Media Kampung – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan membawa pulang tiga gelar juara dalam ajang Indonesia Chemical Reaction Car Competition yang digelar oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada awal Mei lalu.

Kompetisi tersebut menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa teknik kimia untuk mengembangkan mobil purwarupa yang menggunakan reaksi kimia sebagai sumber energi penggerak. Tim Reactics, komunitas mahasiswa Teknik Kimia UGM, mengutus tiga tim yang masing-masing berhasil menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima dalam kompetisi tersebut.

Tim Reactics Antrasena meraih juara ketiga, disusul Reactics Jayantaka dan Reactics Antaredja yang menempati posisi keempat dan kelima. Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan riset mendalam yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam mengembangkan teknologi mobil berbasis reaksi kimia.

Asyiq Manarul Hidayah, anggota Tim Reactics Antrasena, menjelaskan bahwa mobil yang mereka ciptakan memanfaatkan energi dari reaksi dekomposisi hidrogen peroksida yang menghasilkan gas oksigen dan air. Karena reaksi tersebut berjalan secara alami dengan kecepatan lambat, mereka menggunakan katalis untuk mempercepat prosesnya.

Mereka melakukan pengujian terhadap beberapa katalis, termasuk yeast, kalium iodida, serta besi(III) klorida atau FeCl₃. Dari berbagai percobaan, FeCl₃ terbukti memberikan kinerja terbaik dari segi ekonomi, kecepatan reaksi, dan tingkat konversi energi yang dihasilkan.

Selain itu, desain mobil dirancang agar dapat berhenti secara otomatis ketika gas oksigen yang dihasilkan habis, memperlihatkan tingkat ketelitian dan inovasi tinggi dalam mekanisme kendaraan tersebut.

Persiapan menuju kompetisi memerlukan fokus tinggi dan ketelitian mulai dari tahap perancangan desain hingga uji coba fisik kendaraan. Tim secara konsisten melakukan evaluasi dan perawatan agar hasil desain 3D dapat terealisasi dengan optimal saat di arena lomba.

Ketua Tim Reactics Antrasena, Ikbar Habibi, menegaskan bahwa kekuatan tim terletak pada kemampuan anggota untuk mengendalikan diri dan beradaptasi dalam situasi penuh tekanan. Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang konsisten pada tujuan menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menyelesaikan tugas di tengah ketidakpastian.

Dalam pelaksanaan lomba, anggota tim yang bertugas mengontrol bukaan katup gas harus bekerja akurat agar mobil dapat beroperasi dengan baik. Anggota lainnya memastikan sistem terintegrasi sehingga kendaraan berhenti tepat di titik yang ditentukan.

Ikbar menilai pencapaian ini bukan sekadar soal peringkat, melainkan bukti ketangguhan tim dalam mengatasi berbagai kendala teknis dan tekanan menjelang kompetisi. Walaupun target utama belum sepenuhnya tercapai, pengalaman ini menjadi modal penting untuk evaluasi dan motivasi pengembangan selanjutnya.

Tim Reactics berkomitmen memperkuat strategi, meningkatkan kualitas teknis, serta mempererat kerja sama antar anggota. Dengan fokus pada riset dan pengembangan berkelanjutan, mereka berharap dapat meraih prestasi lebih tinggi di kompetisi nasional maupun internasional berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.