Media Kampung – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, menilai permainan tradisional egrang dapat berfungsi sebagai jeda penting bagi anak-anak yang saat ini sangat akrab dengan teknologi digital. Pernyataan ini disampaikan saat Nezar menghadiri peluncuran Festival Egrang ke-14 yang diadakan komunitas Tanoker Ledokombo di Sumber Lesung, Ledokombo, Kabupaten Jember pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Nezar mengungkapkan bahwa penetrasi internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 80 persen dari total populasi, dengan sekitar 230 juta orang sudah mengakses internet. Jaringan telekomunikasi bahkan telah menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni, yang membuat masyarakat tidak hanya terkoneksi secara lokal tetapi juga global. Kondisi ini menyebabkan anak-anak semakin sering menggunakan gadget dan permainan digital dalam keseharian mereka.

Wamen Komdigi mencontohkan bagaimana saat seorang anak terjatuh saat bermain egrang, teman-temannya akan memberikan semangat untuk bangkit kembali. Situasi ini menggambarkan nilai-nilai sosial dan karakter yang terbentuk melalui permainan tradisional, yang penting untuk perkembangan anak di era digital saat ini.

Nezar juga menegaskan bahwa permainan tradisional tetap relevan dan mampu hidup berdampingan dengan permainan digital yang mudah diakses melalui smartphone. Festival Egrang yang digelar di Jember bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menyediakan ruang bermain yang sehat sekaligus mendukung kesehatan emosional anak-anak.

Lebih lanjut, Wamen Komdigi mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk hubungan anak dengan dunia digital. Pemerintah pun telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Tunas untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak melalui pengaturan platform digital. Menurutnya, keluarga harus aktif mendampingi anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dalam ruang digital yang sehat dan terlindungi.

Dengan semakin melekatnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan ruang bermain fisik dan interaksi sosial yang nyata menjadi semakin penting untuk menjaga keseimbangan tumbuh kembang anak. Permainan tradisional seperti egrang hadir sebagai solusi yang mampu menghubungkan nilai budaya dan kebutuhan sosial anak-anak di era digital ini.

Festival Egrang ke-14 ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat agar terus melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pengembangan sosial anak, sekaligus sebagai jeda dari dunia digital yang semakin mendominasi kehidupan mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.