Media Kampung – Penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban menjadi perhatian setiap perayaan Iduladha karena sulit terurai dan berpotensi menambah sampah lingkungan. LPP RRI menyarankan masyarakat beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai alternatif pembungkus daging kurban.
Beberapa rekomendasi kemasan pengganti plastik yang dapat dipilih antara lain besek bambu, yang tidak hanya mudah terurai secara alami tetapi juga membantu menjaga kualitas daging melalui sirkulasi udara yang baik. Penggunaan besek bambu juga menjadi cara menghidupkan kembali kearifan lokal Indonesia.
Selain itu, daun pisang dan daun jati juga sering digunakan sebagai pembungkus makanan tradisional dan kini dianjurkan untuk membungkus daging kurban. Wadah alami ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memberikan aroma khas alami pada daging.
Kemasan kertas makanan menjadi alternatif praktis lainnya yang mudah didaur ulang dibanding plastik. Namun, penggunaan kertas harus bijak agar tidak menambah limbah, dan disarankan memilih kertas khusus makanan yang aman.
Masyarakat juga didorong untuk membawa wadah sendiri saat mengambil daging kurban. Langkah sederhana ini efektif mengurangi penggunaan pembungkus sekali pakai sekaligus menekan volume sampah plastik dan kertas setelah pembagian selesai.
Inisiatif penggunaan kemasan ramah lingkungan ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan Iduladha yang lebih peduli kebersihan lingkungan. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat merayakan kurban dengan cara yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan