Media Kampung – Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri acara Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis FISIP Unpad ke-68 di kampus UNPAD Jatinagor pada 14 Oktober 2026. Dalam acara tersebut, SBY menyebutkan bahwa dirinya kini telah jauh dari politik praktis dan tengah menekuni dunia seni serta olahraga.
SBY mengaku sedang menjalani fase kehidupan baru setelah melewati perjalanan panjang di dunia militer dan pemerintahan. Hal ini disampaikan SBY ketika memberikan orasi ilmiah pada 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, SBY berbagi pengalaman perjalanan hidupnya sekaligus menyampaikan pandangan mengenai kepemimpinan dan masa depan Indonesia.
“Saya sekarang seniman, tidak lagi aktif di politik praktis, politik kekuasaan, apalagi day-to-day politics,” kata SBY. Ia juga menyatakan bahwa sudah ada generasi yang lebih muda yang dapat melanjutkan misi politik.
SBY menegaskan bahwa kehadirannya di lingkungan akademik Unpad bukan untuk menyampaikan orasi politik, melainkan untuk berbagi pengalaman selama menjadi Presiden RI. Ia ingin memberikan kontribusi kepada generasi muda yang kelak akan mengambil peran dalam kepemimpinan bangsa.
SBY menceritakan perjalanan kariernya yang mengalami banyak perubahan. Ia mengawali pengabdian sebagai prajurit selama sekitar 30 tahun, kemudian menjalani tugas di pemerintahan selama 15 tahun, dan kini kembali ke masyarakat dengan menekuni dunia seni dan olahraga.
“Saya bertransformasi, anak desa dari Pacitan 20 tahun, transformasi menuju prajurit selama 30 tahun, transformasi lagi mengemban tugas di pemerintahan 15 tahun, sekarang saya kembali ke pangkuan masyarakat, bertransformasi dan saya sekarang menggeluti dunia seni dan olahraga,” ungkapnya.
SBY juga memiliki pengalaman di bidang pendidikan, pernah menjadi guru militer, dosen di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), hingga menjadi guru besar di Universitas Pertahanan. Di hadapan civitas academica Unpad, SBY mengungkapkan harapannya agar perguruan tinggi dapat terus menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Doa saya tulus, negara memerlukan orang yang cerdas dan berintegritas,” kata SBY. Ia menekankan pentingnya integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam membangun bangsa, serta optimis bahwa Indonesia dapat berkembang menjadi negara maju.














