Media Kampung – Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menghadiri acara Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis FISIP Unpad ke-68 di kampus UNPAD Jatinagor pada Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam orasinya, SBY menekankan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 harus dibangun dengan perencanaan yang realistis.
Menurut SBY, target Indonesia menjadi negara maju perlu disesuaikan dengan kemampuan, sumber daya, serta perjalanan sejarah bangsa. Ia berbagi pengalaman selama memimpin Indonesia selama dua periode dan menyampaikan pandangannya mengenai tantangan yang dihadapi bangsa menuju 2045.
“Banyak yang mengatakan tahun 2045 kita akan mengalami Indonesia Emas. Saya agak konservatif, tambahkan insyaallah,” kata SBY. Ia menilai optimisme terhadap masa depan bangsa perlu disertai keyakinan bahwa target yang ditetapkan benar-benar dapat dicapai.
SBY juga mengingatkan bahwa kegagalan Indonesia dalam melakukan transformasi dapat membuat cita-cita tersebut sulit terwujud. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu melakukan perubahan besar agar bisa berkembang menjadi negara maju pada abad ke-21.
“Kalau kita gagal bertransformasi, Indonesia Emas 2045 itu ilusi,” tegasnya.
Di sisi lain, SBY turut berbicara mengenai kehidupannya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Ia menyebut bahwa perjalanan hidupnya telah mengalami sejumlah transformasi, mulai dari menjadi prajurit selama sekitar 30 tahun, mengemban tugas di pemerintahan, hingga kini kembali ke tengah masyarakat dengan menekuni bidang seni dan olahraga.
“Saya bertransformasi, anak desa dari Pacitan 20 tahun, transformasi menuju prajurit selama 30 tahun, transformasi lagi mengemban tugas di pemerintahan 15 tahun, sekarang saya kembali ke pangkuan masyarakat, bertransformasi dan saya sekarang menggeluti dunia seni dan olahraga,” tuturnya.
Dalam orasi tersebut, SBY juga menyoroti pentingnya tata kelola negara, ekonomi produktif, pembangunan sumber daya manusia, serta kepemimpinan visioner sebagai faktor yang menentukan keberhasilan suatu bangsa. Ia menilai kemajuan Indonesia membutuhkan integritas, inovasi, dan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa.
SBY menyatakan bahwa cita-cita Indonesia menjadi negara maju tidak bisa hanya mengandalkan optimisme. Dibutuhkan kerja keras, kecerdasan, integritas, dan kemampuan bertransformasi secara berkelanjutan agar target pembangunan nasional dapat dicapai secara realistis.














