Daftar Isi
Media Kampung – 09 Maret 2026 | Malam Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al‑Qur’an sebagai “malam yang lebih baik daripada seribu bulan”, menjadi momentum paling ditunggu umat Muslim pada akhir Ramadan. Nilainya yang luar biasa mendorong jamaah untuk memperbanyak ibadah, mulai dari salat malam, membaca Al‑Qur’an, hingga berdoa. Namun, demi memaksimalkan pahala, ada sejumlah perilaku yang sebaiknya dihindari.
Keutamaan Lailatul Qadar
Surah Al‑Qadr menegaskan, “…malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan” (QS. Al‑Qadr: 1‑3). Pada malam tersebut, para malaikat turun ke bumi membawa rahmat, sedangkan Ruh (Jibril) menurunkan perintah Allah hingga terbit fajar (QS. Al‑Qadr: 4‑5). Karena keistimewaannya, Nabi Muhammad SAW menganjurkan mencari malam ini pada sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil.
7 Larangan yang Harus Dihindari
- Berhubungan suami istri secara berlebihan. Meskipun tidak ada larangan mutlak, malam Lailatul Qadar lebih baik diisi dengan ibadah daripada aktivitas duniawi.
- Menghabiskan waktu dengan kegiatan tidak bermanfaat. Bermain game, menonton televisi tanpa tujuan, atau sekadar begadang tanpa ibadah dapat mengurangi kesempatan memperoleh pahala.
- Meninggalkan salat malam. Salat tahajud atau qiyamul‑layl adalah amalan utama yang dianjurkan pada malam ini.
- Memiliki pikiran berprasangka buruk kepada Allah. Menyimpan rasa curiga atau keraguan mengurangi kekhusyukan dalam berdoa.
- Berdebat dan bertengkar antar sesama. Perselisihan menodai hati dan mengalihkan fokus dari tujuan spiritual.
- Memfitnah dan menggosip. Membicarakan orang lain dengan cara negatif melanggar etika Islam dan menurunkan nilai amal.
- Perilaku mabuk‑mabukan. Mengonsumsi alkohol atau zat memabukkan jelas dilarang dalam Islam dan sangat tidak sesuai dengan suasana suci malam Lailatul Qadar.
Amalan yang Dianjurkan untuk Memperbanyak Pahala
- Meningkatkan salat malam (qiyamul‑layl) dengan membaca surat‑surat pendek seperti Al‑Ikhlas, Al‑Falaq, dan An‑Nas.
- Membaca Surat Al‑Qadr dan Surat Ad‑Dukhan sebagaimana dianjurkan dalam beberapa riwayat.
- Berdoa khusus, misalnya “Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai pengampunan, maka ampunilah aku” (HR. Ibnu Majah).
- Melakukan i’tikaf di masjid atau tempat yang tenang untuk fokus beribadah hingga fajar.
- Membaca dzikir, tasbih, dan istighfar secara berulang, seperti 70 kali istighfar yang dianjurkan.
- Memberikan sedekah atau membantu sesama, terutama kepada yang membutuhkan.
Dengan menghindari larangan‑larangan di atas dan mempraktikkan amalan‑amalan yang telah disebutkan, umat Muslim dapat memanfaatkan malam Lailatul Qadar secara optimal. Kesempatan untuk meraih ampunan, keberkahan, serta pahala yang setara dengan seribu bulan tidak datang dua kali, sehingga setiap detik harus dimanfaatkan dengan penuh kesadaran.
Semoga setiap muslim yang membaca artikel ini dapat menyiapkan diri secara spiritual, menjauhkan diri dari perbuatan yang sia‑sia, dan meraih keberkahan malam yang paling mulia dalam setahun.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






