Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran, termasuk anggota DEN Chatib Basri, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga rencana perubahan besar dalam sistem bantuan sosial.
Dalam pertemuan itu, DEN melaporkan hasil survei independen terkait pelaksanaan MBG yang telah berjalan di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Survei menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak positif terhadap pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menciptakan ekosistem ekonomi baru di daerah.
Luhut menegaskan bahwa survei dilakukan secara profesional dan independen untuk menjaga kredibilitas DEN. Sekretaris DEN Septian Hario Seto menambahkan, sampel diambil secara acak di 800 titik SPPG dengan pembiayaan langsung dari DEN.
Selain MBG, pertemuan juga membahas rencana perubahan drastis sistem penyaluran bantuan sosial. Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema baru yang mengganti subsidi berbasis barang menjadi transfer tunai langsung kepada penerima manfaat. Rata-rata bansos yang dikumpulkan dalam bentuk cash transfer diperkirakan mencapai Rp5,4 juta per orang.
Skema baru ini akan ditopang oleh sistem Digital Single ID berbasis kecerdasan buatan yang ditargetkan beroperasi akhir tahun ini. Dengan integrasi data tersebut, penyaluran bansos diharapkan lebih tepat sasaran dan kebocoran anggaran dapat ditekan. Teknologi face recognition juga tengah diuji coba di 42 kabupaten/kota untuk verifikasi penerima manfaat.
Di sisi lain, isu perombakan Kabinet Merah Putih turut mengemuka. Nama Chatib Basri dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin disebut-sebut akan menggantikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah pelemahan rupiah dan merosotnya IHSG. Namun, Chatib Basri membantah tawaran tersebut dan menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden Prabowo bersama Luhut dan anggota DEN lainnya hanya membahas kondisi dan perkembangan ekonomi.
Pertemuan di Istana itu juga bertepatan dengan penyerahan surat kepercayaan dari 17 duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo dalam dua hari terakhir, yang menandai penguatan hubungan diplomatik Indonesia dengan berbagai negara mitra.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan