Media Kampung – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, secara resmi mendukung konsep ekonomi yang dikenal dengan sebutan Prabowonomics. Dukungan ini dinyatakan pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada 23 Juli 2026.

Prabowonomics sendiri merupakan konsep ekonomi yang diperkenalkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan kemandirian ekonomi nasional berlandaskan pada amanat Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34. Konsep ini bertujuan untuk mewujudkan kemakmuran rakyat dengan mengedepankan kedaulatan ekonomi di tengah tekanan pasar global.

Baca juga:

Cak Imin menegaskan bahwa Prabowonomics adalah arah baru pembangunan ekonomi nasional yang berfokus pada kedaulatan dan kemakmuran rakyat. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia berani mengambil posisi strategis untuk tidak lagi tunduk pada tekanan pasar internasional yang sering merugikan kepentingan domestik. Ia juga menekankan bahwa narasi Prabowonomics adalah jawaban atas keresahan bangsa selama dua dekade terakhir yang merasa terombang-ambing oleh dinamika pasar global.

Dalam konteks ini, dukungan PKB terhadap Prabowonomics tidak semata soal kebijakan ekonomi, melainkan juga mengandung unsur kalkulasi politik. Pengamat politik menilai dukungan ini merupakan upaya PKB memperkuat kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto sejak dini sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Dukungan tersebut dianggap sebagai deklarasi dini yang memberi peluang bagi Cak Imin untuk kembali menjadi kandidat dalam kontestasi presiden mendatang.

Baca juga:

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai bahwa langkah PKB ini tidak hanya mendukung konsep ekonomi Prabowonomics, tetapi juga mengincar keuntungan politik jangka panjang. Hal ini menjadi menarik mengingat pada Pilpres 2024 lalu, PKB mendukung pasangan calon Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai calon wakil presiden.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sendiri menyatakan rasa terharunya melihat kader dan simpatisan PKB mengenakan kaos bertuliskan ‘Prabowonomics’ pada acara Harlah PKB tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa konsep ekonomi yang diperjuangkannya bukanlah gagasan pribadi, melainkan berlandaskan cita-cita para pendiri bangsa dan amanat konstitusi. Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama perjuangannya adalah mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat Indonesia sesuai dengan Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

Baca juga:

Selain itu, salah satu implementasi nyata dari Prabowonomics terlihat pada kebijakan pemerintah memberikan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) solar sebesar Rp 15.000 per liter bagi kapal perikanan berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT). Kebijakan ini memperluas subsidi energi yang sebelumnya hanya menyasar kapal nelayan kecil di bawah 30 GT dengan harga solar bersubsidi sekitar Rp 6.800 per liter. Langkah ini bertujuan menjaga produktivitas sektor perikanan nasional di tengah harga energi global yang fluktuatif, sehingga rantai produksi perikanan dari hulu hingga hilir tetap terjaga dan ketahanan pangan nasional dapat dipertahankan.

Dengan demikian, Prabowonomics bukan sekadar konsep ekonomi, tetapi juga menjadi simbol perjuangan kedaulatan ekonomi nasional yang berakar pada konstitusi dan nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Dukungan PKB dan pernyataan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa gagasan ini akan menjadi salah satu arah kebijakan utama dalam pembangunan ekonomi nasional ke depan, sekaligus menjadi bagian dari dinamika politik menuju Pilpres 2029.