Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan logo peringatan Hari Jadi ke-758 Kabupaten Sumenep dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Sabtu, 20 Juni 2026. Logo bertajuk “Songennep Sodek Parjuga” ini tidak hanya menjadi identitas visual perayaan, tetapi juga simbol semangat kolektif masyarakat dalam membangun daerah.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa setiap unsur dalam logo mengandung pesan tentang perjalanan panjang Kabupaten Sumenep, nilai-nilai budaya warisan leluhur, serta harapan menuju masa depan yang lebih maju. “Logo ini menjadi representasi semangat masyarakat Sumenep untuk terus bergerak maju dengan tetap berpijak pada sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki,” ujar Bupati, Minggu, 21 Juni 2026.

Makna Filosofis Logo

Logo karya Choirurrahman ini menggabungkan sejumlah elemen khas Kabupaten Sumenep. Tari Sintong melambangkan keteguhan nilai, keluhuran budi, serta keharmonisan antara budaya dan spiritualitas. Unsur keris menegaskan identitas Sumenep sebagai Kota Keris sekaligus simbol kehormatan, keberanian, dan kebijaksanaan. Elemen batik menggambarkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat yang terus terjaga lintas generasi. Logo juga menampilkan unsur migas sebagai simbol potensi sumber daya alam yang menjadi penopang pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Penggunaan warna dalam logo sarat filosofi: merah melambangkan semangat juang dan keberanian, kuning melambangkan kejayaan dan harapan, serta hijau merepresentasikan kerukunan dan keharmonisan. Angka 758 menjadi penanda usia Kabupaten Sumenep yang mencerminkan perjalanan panjang dalam menjaga tradisi, mengedepankan kebijaksanaan, dan mewujudkan kemajuan yang bermartabat.

Harapan dan Ajakan Kolaborasi

Bupati berharap peluncuran logo ini mampu menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat terhadap daerah. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, berbagai capaian pembangunan yang diraih tidak lepas dari peran aktif masyarakat. “Keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kita bisa mewujudkan Sumenep yang semakin maju dan sejahtera,” ucapnya.

Dengan semangat “Songennep Sodek Parjuga”, Kabupaten Sumenep menatap usia ke-758 sebagai momentum memperkuat identitas budaya dan mendorong kemajuan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.