Media Kampung, Situbondo — Pemerintah Kabupaten Situbondo memfasilitasi penandatanganan perjanjian kerja sama antara Asosiasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS). Kesepakatan ini bertujuan memberikan kepastian harga bagi peternak ayam petelur di tengah fluktuasi harga telur.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan MoU ini sangat tepat untuk melindungi peternak saat harga telur anjlok. “Seperti saat ini kondisi harga telur anjlok di pasaran, peternak tidak punya kepastian. Dengan MoU ini, harga sudah ditentukan sesuai kesepakatan, Rp27.500 per kilogram,” ujar Bupati Rio usai acara penandatanganan di Pendopo Situbondo, Kamis (9/7/2026).

Bupati Rio menambahkan bahwa APLS menjadi motor penggerak bagi peternak lain untuk memenuhi kebutuhan telur di Situbondo, termasuk pasokan untuk SPPG. “Selama ini peternak bergerak sendiri. Melalui asosiasi ini, gerakannya akan lebih kuat,” katanya. Ia juga menyarankan kerja sama SPPG diperluas ke sektor perikanan dan pupuk cair organik.

Ketua APLS Fitrah Hafif berterima kasih kepada Pemkab yang telah menjembatani kerja sama tersebut. “Kerja sama ini tentu menguntungkan bagi kami peternak ayam petelur, karena ada kesepakatan harga dengan SPPG, Rp27.000 per kilogram,” ujarnya. Harga ini akan dievaluasi setiap tiga bulan. Menurut Hafif, harga Rp27.500/kg sudah menguntungkan karena memberi margin Rp2.000 per kilogram.

APLS saat ini menaungi sekitar 60 peternak skala kecil dengan kepemilikan ayam mulai 20 hingga 25.000 ekor. Produksi harian mencapai 5 ton telur. Pada April lalu, produksi melonjak dari 3,5 ton menjadi 5 ton per hari, yang menyebabkan harga turun. MoU ini diharapkan menjaga stabilitas harga dan pendapatan peternak.