Media Kampung – Keterlambatan pengangkutan sampah di Kabupaten Sampang dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh pembatasan dan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, yang dibutuhkan armada pengangkut sampah. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Aulia Arief, menanggapi keluhan warga.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Nayla melalui program Halo RRI pada Rabu, 24 Juni 2026. Nayla mengeluhkan sampah di Jalan Panglima Sudirman yang belum terangkut hingga siang hari. Menindaklanjuti laporan itu, RRI melakukan konfirmasi kepada Aulia Arief pada Kamis, 25 Juni 2026.

Aulia menjelaskan bahwa waktu operasional armada menjadi lebih panjang karena harus mengantre di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Meskipun demikian, ia memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan dan seluruh armada beroperasi secara optimal. “Hanya saja, kecepatan pelayanan mengalami penurunan akibat waktu tunggu pengisian BBM yang cukup lama,” ujarnya.

Terkait volume sampah, DLH Perkim menyebut kondisi saat ini masih relatif stabil dan dapat ditangani. Namun, terdapat tambahan sampah di beberapa titik yang berasal dari kawasan permukiman baru serta aktivitas warga yang melakukan pemangkasan pohon dan tanaman di sekitar rumah, terutama pada masa peralihan musim.

“Kita berharap masyarakat dapat memahami kendala operasional yang sedang dihadapi. Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya menjaga layanan kebersihan agar pengangkutan sampah tetap berjalan dan tidak menimbulkan penumpukan yang berkepanjangan di lingkungan masyarakat,” kata Aulia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.