Media Kampung – Harga telur ayam di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan drastis hingga mencapai Rp19.000 per kilogram. Kondisi ini terjadi sejak empat hari terakhir, bertepatan dengan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memasuki masa libur sekolah.
Ketua Asosiasi Peternak Layer Situbondo (APLS), Hafif, mengungkapkan bahwa pasokan telur melimpah, sementara daya beli masyarakat menurun karena distribusi MBG dihentikan. Program MBG selama ini menjadi salah satu penyerap utama telur ayam untuk dibagikan kepada anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Telur ayam melimpah, yang beli berkurang, akhirnya harganya anjlok. Semenjak MBG tutup, harga telur anjlok, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp19.000,” ujar Hafif pada Kamis, 25 Juni 2026.
Meski harga telur anjlok, Hafif mengaku peternak masih bisa bertahan meski untung tipis. Pasalnya, harga pakan ayam saat ini sangat mahal, yakni Rp390.000 per sak kemasan 50 kilogram. “Kalau harga telur Rp19.000 per kilogram, ya kita kerja gotong royong, gak dapat apa-apa,” ungkapnya.
Hafif khawatir kondisi ini berlangsung lama karena MBG diperkirakan tutup selama libur sekolah mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026, total 21 hari. Ia menambahkan, jika harga telur terus anjlok, banyak peternak yang akan merugi dan terancam gulung tikar. “Semoga saja kondisi ini segera membaik,” harapnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga telur ayam di beberapa pasar tradisional Situbondo bervariasi, mulai dari Rp20.000 hingga Rp22.000 per kilogram. Bahkan di pasar modern yang biasanya lebih mahal, telur dijual dengan harga Rp21.000 per kilogram.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan