Media Kampung – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami penurunan signifikan hingga mencapai sekitar Rp24.000 per kilogram. Kondisi ini menyebabkan para peternak merugi karena harga tersebut masih di atas harga nasional yang berkisar Rp22.000 per kilogram, namun jauh di bawah biaya produksi mereka.
Fitra Hafif Fadli, Ketua Asosiasi Peternak Layer Situbondo, menjelaskan bahwa penurunan harga telur secara nasional turut berdampak pada harga jual di Situbondo. Walaupun harga di daerah ini sedikit lebih tinggi, yaitu Rp24.000 per kilogram, angka tersebut belum mampu menutupi biaya operasional peternak yang meliputi pakan dan obat-obatan yang cukup tinggi, terutama di musim pancaroba saat banyak ayam sakit dan produksi telur menurun.
Meskipun produksi telur ayam ras di Situbondo masih jauh dari memenuhi kebutuhan lokal yang mencapai 17,5 ton per hari, sedangkan produksi hanya 3,6 ton per hari, hal ini tidak berpengaruh terhadap harga telur yang berlaku secara nasional. Fitra menegaskan bahwa harga telur tidak ditentukan oleh kondisi lokal, melainkan oleh pasar nasional yang saat ini mengalami penurunan harga.
Situasi harga telur yang rendah ini menjadi tantangan berat bagi peternak di Situbondo yang harus menanggung beban biaya tinggi di tengah pendapatan yang tidak seimbang. Penurunan harga ini berpotensi memperburuk kondisi usaha peternakan telur di daerah tersebut jika tidak ada kebijakan atau dukungan yang mampu menstabilkan harga agar sesuai dengan biaya produksi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan