Media Kampung – Legenda sepak bola Jerman, Philipp Lahm, melontarkan kritik tajam terhadap FIFA dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dalam kolomnya di surat kabar Jerman Die Zeit, Lahm menyatakan bahwa turnamen yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat ini telah kehilangan kredibilitasnya.

Menurut Lahm, sejumlah masalah seperti tingginya harga tiket, sulitnya proses visa masuk AS, serta perlakuan terhadap tim Iran menjadi indikator bahwa Piala Dunia lebih mementingkan pendapatan daripada penggemar. “Piala Dunia sedang dijual habis,” tulis Lahm. “Ini merampas kredibilitas sepak bola. Akibatnya, para penggemar merasa tidak nyaman.”

Baca juga:

Pemenang Piala Dunia 2014 itu juga menyoroti dugaan FIFA yang tidak transparan mengenai angka permintaan tiket. “FIFA dituduh tidak memberikan angka yang jujur tentang permintaan sebenarnya dan menggunakan ini untuk memaksimalkan pendapatan,” ungkapnya.

Selain itu, Lahm mengecam wacana pengadaan Piala Dunia setiap dua tahun sekali. Ia menilai turnamen membutuhkan persiapan dan dampak berkelanjutan, bukan sekadar perhelatan singkat. “Lebih lanjut, saya merasa jengkel dengan saran yang berulang untuk mengadakan Piala Dunia setiap dua tahun sekali,” tegasnya.

Baca juga:

Piala Dunia 2026 merupakan edisi pertama dengan format 48 tim dan tuan rumah tiga negara. Meski berlangsung meriah, kritik seperti dari Lahm menunjukkan bahwa aspek komersialisasi mulai menggerus esensi turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: