Media Kampung – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menanggapi keluhan pedagang kuliner di jalur Pantura pada acara Pembinaan UMKM Kuliner yang digelar di Wisata Kampung Kerapuh, Kendit, pada Selasa, 21 April 2026. Acara tersebut menjadi forum bagi pedagang yang mengeluhkan penurunan drastis kunjungan dan pendapatan.
Para pedagang mengungkapkan bahwa penjualan harian mereka hanya mencapai Rp50.000 atau bahkan tidak ada sama sekali, sedangkan pada hari ramai pendapatan maksimum hanya Rp150.000. Keluhan ini disampaikan oleh Junaida, pedagang es degan dan rujak lontong berusia 60 tahun, yang mengelola warung sejak lebih dari satu tahun.
Junaida menambahkan bahwa penurunan pengunjung bertepatan dengan berkurangnya aktivitas wisata di kawasan Pantura, khususnya di Wisata Bahari Kampung Kerapuh. Ia berharap pemerintah daerah memperindah kawasan tersebut agar dapat menarik kembali minat wisatawan.
Bupati Situbondo menekankan pentingnya pencantuman harga yang jelas di setiap warung, agar konsumen dapat mengetahui tarif yang berlaku secara transparan. Ia menegaskan bahwa harga harus seragam untuk menghindari kebingungan pembeli antara warung satu dengan yang lain.
Selain penetapan harga, Bupati Rio menginstruksikan pedagang untuk menjaga kebersihan dan memperbaiki tampilan visual warung dengan cat dan banner seragam. Ia berjanji akan menyediakan material pendukung agar setiap usaha kuliner tampak lebih menarik dan profesional.
Para pedagang juga mengajukan permintaan penanganan sampah yang selama ini belum terkelola, mengingat tidak ada tempat pembuangan khusus di area kampung. Mereka mengkhawatirkan sampah yang berserakan dapat terbuang ke laut dan menurunkan kualitas lingkungan pantai.
Bupati menanggapi masalah sampah dengan menyatakan akan mengkoordinasikan pembangunan titik pengelolaan sampah (TPS) di Kampung Kerapuh dalam waktu dekat. Ia menambahkan bahwa pengelolaan limbah yang baik akan meningkatkan citra wisata kuliner pantai.
Pembinaan UMKM Kuliner ini melibatkan dinas terkait, termasuk Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan, untuk menyusun program pengembangan usaha mikro. Dinas Pariwisata akan menyusun paket promosi wisata kuliner Pantura guna meningkatkan arus pengunjung.
Data yang disampaikan dalam acara menunjukkan rata-rata pendapatan harian pedagang turun hingga 70% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini memicu kekhawatiran akan keberlangsungan usaha mikro di wilayah tersebut.
Bupati Situbondo menekankan bahwa perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan jalan akses dan penerangan jalan, juga menjadi bagian dari rencana aksi. Ia berharap dengan peningkatan sarana fisik, pedagang dapat lebih mudah menarik pelanggan.
Penguatan kapasitas pedagang melalui pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital juga menjadi agenda yang akan dilaksanakan pada kuartal berikutnya. Dinas Perindustrian dan Perdagangan berencana mengadakan workshop mengenai penggunaan media sosial untuk promosi menu.
Secara keseluruhan, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem usaha kuliner yang berkelanjutan, bersih, dan kompetitif di jalur Pantura. Ia mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi meningkatkan kesejahteraan pedagang dan daya tarik wisata kawasan.
Hingga saat ini, beberapa warung telah memasang papan harga dan mulai membersihkan area secara rutin, sementara proses pembangunan TPS masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah berjanji akan memantau progres secara berkala dan melaporkan hasilnya kepada masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan