Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jember menggelar program penguatan kapasitas bagi petani milenial di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki, Senin (15/6/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya kolaborasi Pemkab Situbondo dan BI untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mencapai target produksi gabah sebesar 500 ribu ton pada tahun ini.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengajak para petani milenial untuk aktif berkontribusi dalam menyukseskan target tersebut. Ia mendorong penggunaan teknologi modern, seperti alat dan teknik pertanian terkini, guna membantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memenuhi target. “Saya ingin, para petani khususnya petani milenial menggunakan teknologi modernisasi, alat-alat pertanian atau teknik pertanian untuk membantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencapai target produksi gabah,” ujar Bupati Rio.
Menurut Bupati, sektor pertanian menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi lokal. Selain pertanian, sektor peternakan dan perikanan juga berperan penting dalam mendorong perekonomian di Situbondo. Ia menambahkan bahwa program ini juga bertujuan menjaga inflasi yang menjadi perhatian Bank Indonesia. “Oleh karena itu, kami lakukan dalam rangka juga menjaga inflasi yang sering menjadi konsen dari Bank Indonesia, oleh karena itu saya berharap Bank Indonesia fokusnya ke Situbondo yang masih tenggelam ini,” ungkapnya.
Kepala KPw BI Jember, Iqbal Reza Nugraha, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program Penguatan Kapasitas dan Kelembagaan Klaster Pangan. “Oleh karena itu, kami mendukung pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk peningkatan kapasitas, agar pengetahuan dan keterampilan petani dapat langsung diterapkan dalam praktik usaha tani sehari-hari,” ujar Iqbal.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Timur memberikan materi tentang strategi peningkatan produksi padi berbasis input efisien, pemanfaatan teknologi nutrisi modern, serta efisiensi biaya produksi melalui optimalisasi alat dan mesin pertanian. Selain itu, Bank Jatim Situbondo turut hadir untuk memberikan informasi terkait akses permodalan bagi petani.
Iqbal Reza berharap kegiatan ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut ke implementasi di lapangan. Dengan komitmen dan konsistensi bersama, ia optimistis program ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan di Situbondo. “Semoga kegiatan ini tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut pada implementasi di lapangan. Dengan komitmen dan konsistensi bersama, ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani serta penguatan ketahanan pangan di Situbondo,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan