Media Kampung – Perum Bulog melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 36 sapi dan 20 kambing di Komplek Bulog Pos Pengumben, Jakarta Barat, pada Rabu, 27 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang melibatkan karyawan dan keluarga Bulog sebagai bentuk ibadah sekaligus refleksi spiritual masyarakat internal perusahaan.

Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa penyembelihan hewan kurban bukan hanya ritual ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga simbol pengorbanan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut hendaknya tidak hanya berlaku saat ibadah, melainkan juga menjadi landasan budaya kerja dan pelayanan publik di Bulog.

Melalui momentum Iduladha 1447 H, Bulog menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak sekadar dibangun lewat kebijakan, sistem, dan infrastruktur, melainkan juga dengan menanamkan nilai kemanusiaan yang kuat. Semangat berbagi dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi inti peran Bulog dalam menjaga keberlanjutan pasokan pangan di Indonesia.

Dalam pelaksanaan salat Iduladha yang digelar sebelum penyembelihan, Ahmad Rizal menyampaikan khutbah dengan tema ‘Meneladani Kurban untuk Membangun Ketahanan Pangan Umat’. Ia mengaitkan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai cermin bagi Bulog dalam mengemban tanggung jawab menjaga pasokan pangan nasional.

Ahmad Rizal menekankan bahwa nilai keikhlasan memberi dan keberanian berkorban demi kemaslahatan bersama sangat relevan dengan komitmen Bulog. Ia menyebut semangat kurban sebagai roh yang menggerakkan institusi ini menjalankan tugas negara di bidang pangan, memastikan ketersediaan pangan yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

“Kurban mengajarkan ketaatan total kepada Allah SWT, keikhlasan dalam memberi, serta keberanian berkorban untuk kemaslahatan yang lebih luas. Nilai-nilai ini sejalan dengan tugas Bulog menjaga ketahanan pangan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ahmad Rizal.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban yang berlangsung khusyuk ini sekaligus menjadi momentum membangun semangat pengabdian di lingkungan Bulog. Dengan menginternalisasi makna kurban dalam setiap langkah kerja, Bulog berharap dapat terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan demikian, perayaan Iduladha di lingkungan Bulog bukan hanya soal ibadah ritual, melainkan juga pengingat tanggung jawab sosial dan kemanusiaan yang melekat pada fungsi institusi tersebut. Semangat kurban menjadi energi positif untuk terus melayani dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.