Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan perbaikan pada beberapa titik jalan yang mengalami ambles di Jalur Cikarang Bekasi Laut (CBL). Fokus perbaikan diarahkan pada ruas jalan antara Wanasari hingga Pulo Puter yang kondisi kerusakannya cukup parah.

Kerusakan terparah ditemukan dekat jembatan di Desa Muktiwari, yang dianggap membahayakan keselamatan para pengguna kendaraan. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) mengungkapkan bahwa kondisi geografis menjadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan tersebut.

Jalur CBL terletak di antara saluran irigasi dan aliran sungai, sehingga rembesan air kerap memicu longsor pada badan jalan. Kepala Bidang Pembangunan Jalan, Dede Chairul, menjelaskan bahwa saat debit air Kali CBL meningkat, badan jalan ikut tergerus karena posisi saluran irigasi lebih tinggi daripada jalan sekitar.

“Saat aliran air deras, konstruksi jalan tertarik dan menyebabkan longsor,” ujar Dede. Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Bekasi berencana memasang bore pile di sisi jalan yang mengalami longsor serta melakukan pelebaran jalan di area sekitar jembatan yang terdampak.

Selain faktor air, kendaraan bertonase besar yang melintas juga mempercepat kerusakan jalan. Beban kendaraan berat melebihi kapasitas konstruksi jalan, sehingga memperburuk kondisi jalan CBL. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi guna membatasi kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut.

Dede juga menambahkan bahwa sistem drainase yang buruk memperparah kerusakan jalan. Banyak saluran air tersumbat oleh sampah dan tertutup oleh bangunan liar, sehingga air meluap ke badan jalan dan mempercepat kerusakan bersama dengan beban kendaraan yang berlebih.

Perbaikan jalur jalan ambles di Jalur CBL tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2026. Diharapkan dengan perbaikan ini, akses transportasi di Kabupaten Bekasi menjadi lebih aman dan lancar bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.