Media Kampung – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Wonosobo memperkuat sinergi dalam upaya penghijauan kawasan hutan kritis melalui pengembangan wisata alam yang berkelanjutan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Rapat koordinasi yang digelar pada awal Mei 2026 melibatkan para pengelola wisata di wilayah kerja KPH Kedu Utara. Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal dibahas mulai dari pengembangan destinasi wisata berbasis alam, peningkatan kualitas layanan pengunjung, hingga penguatan promosi secara digital. Selain itu, para peserta juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan wisata agar dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat desa sekitar hutan.

Administratur KPH Kedu Utara, Andrie Syailendra, menegaskan bahwa pengembangan wisata alam harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah pengunjung. Ia menilai kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan pemuda di kawasan hutan.

“Kami mendorong pengelola wisata untuk terus berinovasi dan melibatkan generasi muda secara aktif, terutama dalam hal promosi digital, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan kegiatan edukasi lingkungan,” ujar Andrie. Menurutnya, pemuda memiliki peran penting karena kemampuan mereka dalam mengikuti perkembangan teknologi dan tren wisata saat ini.

Selain fokus pada pengembangan wisata, rakor tersebut juga menjadi ajang evaluasi pengelolaan kawasan hutan, termasuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan. Perhutani menekankan bahwa upaya konservasi harus berjalan beriringan dengan aktivitas wisata agar hutan tetap lestari dan dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Perwakilan pengelola wisata, Syawali, menyambut positif dukungan dari Perhutani. Ia menyatakan bahwa forum koordinasi ini sangat penting sebagai wadah berbagi ide dan mempererat kerja sama antar pengelola wisata. Syawali berharap berbagai arahan dari Perhutani dapat mempercepat kemajuan destinasi wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta generasi muda setempat.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara Perhutani KPH Kedu Utara dan DLH Wonosobo bersama pengelola wisata, diharapkan kawasan hutan kritis dapat pulih dan berkembang menjadi destinasi wisata alam yang unggul, ramah lingkungan, dan memberdayakan komunitas lokal. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.