Media Kampung – Banjir yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, telah berdampak pada ratusan warga yang harus mengungsi akibat luapan Kali Wanggu dan hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 11 titik wilayah terdampak banjir, dengan ketinggian air mencapai sekitar 80 centimeter di beberapa kawasan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, sebanyak 126 Kepala Keluarga atau sekitar 317 jiwa tersebar di empat RT di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, terdampak banjir sejak Minggu pagi. Warga tersebut telah mengungsi ke tenda darurat yang disediakan oleh Pemerintah Kota Kendari dan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tenggara, meskipun sebagian memilih tinggal di rumah keluarga mereka.

Selain kawasan Lepo-Lepo, banjir juga merendam pemukiman warga di Kecamatan Wuawua dan Baruga, serta kawasan perkantoran dan persawahan di beberapa kelurahan lainnya seperti Anduonuhu, Mokoau, Kambu, dan Wowanggu. Cornelius menjelaskan bahwa tim BPBD telah dikerahkan untuk memantau serta membantu evakuasi korban banjir. “Semua warga dipastikan sudah mengungsi dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Di tengah situasi tersebut, Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara turut melakukan evakuasi di sejumlah titik terdampak. Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sultra, Kompol Asri Dyini, menyatakan bahwa personel mereka mengevakuasi warga menggunakan perahu karet, khususnya di kawasan Lorong Kampus Avicena. Selain itu, mereka membantu memindahkan barang-barang berharga warga ke tempat aman dan memastikan keamanan lingkungan selama pengungsian berlangsung.

Kejadian banjir ini juga menimbulkan musibah yang memilukan. Seorang bocah berusia lima tahun bernama Rangga, warga Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Kali Teplan saat bermain hujan. Kapolsek Kemaraya, Iptu Busranuddin, menjelaskan bahwa korban berusaha mengambil sandal kakaknya yang terbawa arus saat bermain di pinggir kali. Korban diduga terbawa arus sejauh sekitar satu kilometer sebelum ditemukan di pesisir laut oleh seorang tukang kayu.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan permohonan maaf atas belum maksimalnya penanganan banjir dan menegaskan perlunya koordinasi lintas sektor dan jenjang pemerintahan untuk mencari solusi jangka panjang. Pemerintah kota telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna menangani dampak banjir secara komprehensif.

Banjir yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi serta luapan Kali Wanggu ini menyebabkan ratusan rumah dan dua gedung sekolah terendam. Pemerintah setempat juga telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan air bersih, makanan siap saji, dan pakaian kepada warga terdampak. Camat Baruga, Bustam, mencatat jumlah warga yang terdampak terus bertambah seiring curah hujan yang masih tinggi.

Sampai saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih siaga di lapangan untuk mengantisipasi meluasnya banjir dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat musim hujan masih berlangsung dan potensi banjir masih tinggi di beberapa wilayah Kota Kendari.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.