Media Kampung – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan akses Tol Pattimura di Kota Salatiga, Jawa Tengah, yang direncanakan rampung pada 2027. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat menuju pusat kota.

Pelaksanaan pembangunan akses tol yang menjadi bagian dari jaringan Tol Semarang–Solo ini akan dikerjakan oleh PT Trans Marga Jateng, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), mulai April 2026. Infrastruktur sepanjang 1,66 kilometer tersebut meliputi ramp on, ramp off, serta perbaikan Jalan Pattimura sepanjang 555 meter.

Ramp on dibuat sepanjang 661 meter dengan satu lajur arah menuju ruas tol utama, memiliki lebar delapan meter. Sementara ramp off dibangun sepanjang 998 meter dengan dua lajur satu arah dan lebar mencapai 10,15 meter. Nilai proyek konstruksi ini mencapai Rp113,35 miliar.

Hingga saat ini, fokus pekerjaan masih dalam tahap pembersihan dan pemerataan lahan. Dari kebutuhan lahan seluas 18.731 meter persegi, progres pembebasan lahan telah mencapai 97,33 persen. Pembangunan juga melibatkan konstruksi teknis seperti box culvert, box underpass, dan dinding penahan tanah yang dilengkapi secant pile demi menjamin keamanan struktur di lokasi proyek.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pentingnya pembangunan jalan tol sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur ini tidak hanya memperkuat konektivitas fisik, tetapi juga mendukung pemerataan pembangunan antarwilayah di Indonesia. “Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis. Tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Selasa, 12 Mei 2026.

Akses Tol Pattimura yang terletak di KM 451 sampai KM 452 ruas Tol Semarang–Solo ini nantinya akan dapat digunakan oleh kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta untuk langsung menuju pusat Kota Salatiga. Dengan adanya akses ini, kendaraan dari arah Semarang tidak perlu lagi melakukan putaran lebih jauh untuk masuk ke pusat kota, sehingga waktu tempuh bisa lebih efisien dan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar.

Selain manfaat dari sisi konektivitas, pembangunan akses tol ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan produktif di Salatiga dan sekitarnya. Sektor perdagangan, pariwisata, logistik, dan investasi daerah diperkirakan akan mendapatkan dampak positif dari hadirnya infrastruktur baru ini.

Dengan progres pembangunan yang sudah mulai berjalan dan dukungan dari berbagai pihak, pemerintah optimistis akses Tol Pattimura dapat selesai tepat waktu sesuai target pada tahun 2027, memberi kontribusi nyata bagi kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.