Media Kampung – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas Program Desa BRILian sebagai upaya mendukung transformasi digital dan penguatan ekonomi desa menuju era 5.0. Program ini fokus memberdayakan masyarakat desa dengan memanfaatkan inovasi teknologi dan pengembangan kapasitas lokal melalui kolaborasi strategis dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Adhitya Narotama, Kepala Kantor Cabang BRI Jember, menjelaskan bahwa Desa BRILian bertujuan mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan. Program ini menitikberatkan pemberdayaan pada lima kelompok utama, yaitu perangkat desa, pengurus BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pelaku usaha UMKM, serta penggiat desa.

Lebih lanjut, melalui peran AgenBRILink yang tersebar di desa-desa BRILian, BRI memperluas akses layanan perbankan ke pelosok sekaligus menggerakkan potensi usaha lokal. AgenBRILink memudahkan warga dalam melakukan transaksi seperti setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan listrik, PDAM, BPJS, serta top up saldo tanpa harus ke kantor BRI.

Adhitya menambahkan bahwa AgenBRILink ini biasanya dikelola oleh pelaku UMKM atau BUMDes sehingga keuntungan dari fee transaksi dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi desa. Selain itu, program ini mendorong digitalisasi bisnis di lingkungan desa dengan mengajak masyarakat menggunakan layanan digital seperti BRImo dan QRIS, yang mengubah pola transaksi dari tunai ke digital.

Daris Surahmah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Jember, menegaskan bahwa kolaborasi antara BUMDes dan BRI sangat strategis untuk mendukung akses permodalan dengan bunga rendah serta digitalisasi pembayaran. Ia menyatakan bahwa penguatan BUMDes bukan hanya perubahan administratif, melainkan transformasi fundamental menuju kemandirian ekonomi desa.

“Dengan tata kelola profesional, dukungan digitalisasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, BUMDes diharapkan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujar Daris.

Dalam kesempatan yang sama, Anisa Kristianigrum dari Kantor Pusat BRI menjelaskan bahwa Program Desa BRILian 2026 terdiri dari tiga tahap utama yakni pemberdayaan melalui pelatihan daring selama dua bulan, pendampingan intensif bagi desa terbaik, serta pemberian apresiasi bagi desa unggulan. Pelatihan mencakup aspek legal kerja sama, tata kelola dana desa, pengelolaan keuangan BUMDes dan koperasi, serta pengembangan sektor tematik seperti pariwisata, pertanian, dan industri pengolahan.

Melalui program tersebut, desa peserta diharapkan mampu merumuskan strategi pengelolaan dana desa yang lebih efektif, membuat laporan keuangan digital, mengembangkan desa wisata, dan menciptakan inovasi produk berbasis potensi lokal.

Hingga Maret 2026, Program Desa BRILian telah diikuti oleh lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia dengan fokus pada sektor pariwisata, jasa, industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan peternakan. BRI terus membuka kesempatan bagi desa lain untuk bergabung dalam program ini melalui pendaftaran di unit BRI terdekat.

Dengan langkah pengembangan Desa BRILian di Jember, BRI dan Pemkab Jember berkomitmen mempercepat transformasi digital dan ekonomi desa yang inklusif serta berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi katalisator penting dalam membangun desa mandiri yang mampu beradaptasi dan berkembang di era teknologi 5.0.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.