Media Kampung – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember meluncurkan program inovatif bernama Bus Si Cinta sebagai upaya mengembangkan sektor pariwisata lokal. Armada wisata ini diresmikan oleh Bupati Kabupaten Jember, Gus Muhammad Fawait, pada 26 Oktober 2025 di Kecamatan Panti dan langsung melakukan perjalanan perdananya ke destinasi edukatif di wilayah tersebut.

Kunjungan pertama Bus Si Cinta membawa para pelajar dan duta sekolah dari berbagai kecamatan, termasuk Kecamatan Panti, ke Museum Telu serta Ruang Koleksi Benda Purbakala Kabupaten Jember yang berlokasi di Kecamatan Patrang. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sejarah dan kebudayaan kepada generasi muda agar semakin memahami dan menghargai warisan budaya daerah.

Para peserta yang berasal dari beberapa sekolah seperti SMAN 2 Jember, SMAN Arjasa, SMKN 4 Jember, dan SMAN 2 Tanggul mendapatkan kesempatan melihat koleksi benda purbakala lengkap dari berbagai periode, mulai zaman prasejarah hingga era kolonial. Mereka juga diajak mengamati berbagai peninggalan sejarah di Museum Telu, yang menampilkan gambaran mengenai pembentukan alam semesta serta perkembangan peradaban manusia dan budaya di Jember.

Gus Dhimas Faisol Akbar, salah satu figur publik yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa kunjungan ini memiliki makna penting dalam mendorong pelestarian warisan sejarah oleh generasi muda. Ia berharap program Bus Si Cinta dapat terus berkembang dan jumlah armadanya bertambah sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

“Program dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember ini sangat berarti untuk meningkatkan promosi wisata lokal. Semoga Bus Si Cinta terus berjalan dan jumlah armadanya bertambah karena hal sederhana ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap warganya,” ujar Gus Dhimas usai kunjungan di Museum Telu.

Dengan adanya Bus Si Cinta, akses ke berbagai objek wisata di Kabupaten Jember menjadi lebih mudah dan terjangkau. Program ini diharapkan bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan pariwisata yang inklusif serta berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat melalui sinergi antara instansi dan dukungan komunitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.