Media Kampung – Koalisi Perempuan Indonesia menggelar peringatan Hari Kartini 2026 di Jember pada 29 April, mengusung tema “Perempuan Bergerak, Merawat Kehidupan”.

Tematik ini menekankan peran aktif perempuan dalam menjaga keberlangsungan hidup keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menegaskan kontribusi perempuan di sektor sosial, ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.

Koalisi menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi sebagai agen perubahan yang dapat memperkuat ketahanan sosial.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua Koalisi Perempuan Indonesia, Rini Suryani, yang menekankan pentingnya kesetaraan gender.

“Kami berharap peringatan ini dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujar Rini Suryani dalam pidatonya.

Selanjutnya, serangkaian lokakarya diadakan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang hak-hak perempuan.

Peserta lokakarya meliputi aktivis, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah.

Data terbaru menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam pelatihan keterampilan meningkat 12% selama tiga tahun terakhir di Jawa Timur.

Statistik tersebut mendukung upaya KPI dalam memperluas akses pendidikan dan pelatihan bagi perempuan.

Selain lokakarya, pameran foto menampilkan tokoh-tokoh perempuan yang berkontribusi pada pembangunan daerah.

Gambar-gambar tersebut memperlihatkan keberagaman peran perempuan, mulai dari petani hingga pengusaha.

KPI juga menyelenggarakan diskusi panel yang membahas tantangan sosial ekonomi yang dihadapi perempuan.

Panel tersebut dipandu oleh pakar gender dari Universitas Jember.

Dalam diskusi, dibahas pentingnya perlindungan hak hukum bagi perempuan pekerja informal.

Para narasumber menekankan perlunya regulasi yang lebih responsif terhadap realitas lapangan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi atas perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan.

Sejarah Kartini dijadikan inspirasi utama bagi para peserta untuk terus berjuang menggapai kesetaraan.

Para pemuda juga diajak berperan aktif dalam mendukung agenda gender melalui program sukarelawan.

Program sukarelawan meliputi pendampingan perempuan korban kekerasan domestik.

Koalisi berkomitmen menyediakan layanan konseling psikologis bagi korban.

Kerjasama dengan LSM setempat memungkinkan pendirian pusat layanan satu pintu di Jember.

Pusat layanan tersebut diharapkan menjadi titik rujukan utama bagi perempuan yang membutuhkan bantuan.

Selain itu, KPI meluncurkan kampanye media sosial dengan hashtag #PerempuanBergerak yang telah meraih lebih dari 30.000 interaksi.

Kampanye ini menyoroti cerita sukses perempuan di bidang pertanian, teknologi, dan seni.

Pencapaian tersebut menunjukkan dukungan luas masyarakat terhadap agenda kesetaraan.

Ke depan, Koalisi Perempuan Indonesia merencanakan serangkaian program pelatihan kewirausahaan bagi perempuan desa.

Targetnya adalah menciptakan 500 usaha mikro baru dalam dua tahun ke depan.

Dengan langkah tersebut, diharapkan perempuan dapat lebih mandiri secara ekonomi dan sosial.

Penutupan peringatan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh perempuan inspiratif di wilayah Jawa Timur.

Acara berakhir dengan harapan semua pihak terus mendukung peran perempuan sebagai agen perubahan yang aktif dan berdaya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.