Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar kegiatan budaya dan fashion bertajuk “The Sarong: Miniatur of Indonesia” pada 21 Oktober 2025 di Alun-Alun Jember. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan mengapresiasi peran santri dalam sejarah serta kontribusinya terhadap pelestarian budaya dan nilai kebangsaan.
Kegiatan ini mengangkat sarung sebagai simbol budaya yang tidak hanya mewakili tradisi pesantren, tetapi juga sebagai identitas yang hidup dalam masyarakat modern. Sarung yang selama ini dikenal sebagai kain tradisional, kini diposisikan sebagai medium ekspresi gaya hidup dan kreativitas masyarakat Indonesia masa kini.
Dalam konteks budaya santri, sarung mencerminkan kesederhanaan dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, dalam perkembangan zaman, sarung telah bertransformasi menjadi simbol inklusivitas dan kebanggaan nasional yang dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari acara keagamaan hingga peragaan busana kontemporer.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember menegaskan bahwa sarung merupakan warisan budaya yang merepresentasikan keberagaman Nusantara melalui ragam motif, warna, dan bahan yang berbeda, namun tetap menyatu dalam harmoni yang mencerminkan semangat persatuan bangsa. Melalui acara ini, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa sarung adalah bagian dari identitas budaya yang pantas diapresiasi secara nasional maupun internasional.
Kegiatan tersebut juga menjadi wadah inovasi bagi desainer muda dan pelaku ekonomi kreatif di Jember dengan menampilkan sarung dalam bentuk rancangan busana modern. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang pasar lebih luas sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui industri kreatif.
Salah satu rangkaian acara menampilkan aksi budaya dari para santri yang membawakan berbagai pertunjukan seni seperti Hadrah, Tari Zapin, Tari Kreasi, dan penampilan band santri Jember. Penampilan ini menunjukkan kemampuan generasi santri dalam mempertahankan nilai budaya dan spiritual tanpa kehilangan relevansi dengan perkembangan zaman.
Selain itu, parade busana sarung menjadi sorotan utama dengan menghadirkan karya-karya desainer lokal yang memperkenalkan cara baru mengenakan sarung, mulai dari gaya santai sehari-hari hingga busana formal yang elegan. Acara ini menunjukkan bagaimana sarung dapat menjadi bagian dari tren fashion kontemporer yang tetap berakar pada tradisi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen untuk menghidupkan kembali nilai-nilai lokal melalui kombinasi budaya dan ekonomi kreatif. Sarung dipilih sebagai simbol yang menegaskan persatuan dalam keberagaman sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional dengan tema “The Sarong: Miniatur of Indonesia” bukan hanya sekadar seremoni, melainkan refleksi perjalanan panjang santri dalam membangun peradaban bangsa. Dari kesederhanaan sehelai sarung, lahir kekuatan nilai yang memperkuat kebhinekaan dan memperindah budaya Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan