Media Kampung – 18 April 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Jember memutar ratusan miliar rupiah setiap bulan sekaligus memberikan dampak positif pada gizi masyarakat.

Program tersebut direncanakan mencakup sekitar 400 Sentra Pengadaan Pangan Gizi (SPPG), dengan 207 unit yang sudah beroperasi dan menghasilkan perkiraan aliran dana sebesar Rp207 miliar per bulan.

Dari total anggaran, kira‑kira 70% dialokasikan untuk pembelian bahan baku, melibatkan petani, peternak, nelayan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

Setiap SPPG menerima rata‑rata sekitar Rp1 miliar per bulan, di mana 70% dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, sehingga rantai pasok pangan daerah mendapat suntikan signifikan.

Sekitar 20% dana dialokasikan untuk kebutuhan operasional, termasuk penyerapan tenaga kerja, dengan rata‑rata 47 relawan aktif di setiap SPPG.

Sisa 10% dana berfungsi sebagai pengembalian investasi bagi mitra, menjaga kelangsungan finansial dan motivasi pihak swasta.

Dadan Hindayana menekankan efek ganda program ini, yaitu meningkatkan asupan gizi anak sekaligus menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ekonomi lokal. \”Harapannya, program ini benar-benar memberi manfaat bagi penerima, sehingga anak‑anak dapat tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria,\” ujarnya.

Pengawasan BGN melibatkan unit deputi pengawasan, pemantauan, dan inspektorat, serta melibatkan partisipasi masyarakat yang dapat melaporkan kualitas menu harian secara langsung.

Di Jember, tim percepatan program MBG bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk melakukan monitoring ketat, dan BGN mengajak pemerintah setempat memberikan rekomendasi bila ada SPPG yang tidak memenuhi standar operasional.

Target akhir adalah mencapai 400 SPPG di Kabupaten Jember, yang diproyeksikan akan meningkatkan perputaran ekonomi daerah secara signifikan dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.