Media Kampung – Kampung Coklat Majapahit di Mojokerto hadir sebagai destinasi wisata edukasi yang mengangkat potensi kakao lokal. Berlokasi di kawasan Desa BMJ, Jalan Jlaget, Randugenengan, Kecamatan Dlanggu, tempat ini menggabungkan edukasi pertanian, industri pengolahan kakao, dan rekreasi keluarga.
Destinasi ini lahir dari upaya pemberdayaan petani setempat yang sebelumnya kesulitan membudidayakan tebu dan tembakau. Melalui pengembangan tanaman kakao, masyarakat berhasil membangun ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Kini, ribuan petani dari berbagai kelompok tani berpartisipasi dalam budidaya kakao sebagai bahan baku utama produk cokelat lokal.
Program wisata edukasi menjadi daya tarik utama. Pengunjung dapat melihat langsung proses budidaya kakao, mulai dari penanaman, pemanenan, hingga pengolahan biji menjadi produk cokelat siap konsumsi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menambah wawasan tentang industri kakao dan pentingnya sektor pertanian bagi perekonomian daerah.
Selain edukasi, kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti area bermain keluarga, kolam renang, pusat oleh-oleh, dan tempat kuliner. Konsep wisata yang memadukan pendidikan dan hiburan menjadikan Kampung Coklat Majapahit sebagai tujuan favorit bagi pelajar, keluarga, dan wisatawan yang ingin mengenal potensi lokal Mojokerto.
Keberadaan Kampung Coklat Majapahit memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pengembangan wisata berbasis kakao membuka peluang usaha baru, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, dan memperkuat identitas Mojokerto sebagai daerah penghasil kakao di Jawa Timur. Penelitian akademik menunjukkan bahwa wisata edukasi ini berkontribusi pada terbentuknya puluhan kelompok tani kakao dan penguatan ekonomi desa.
Dengan perpaduan edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat, Kampung Coklat Majapahit menjadi contoh bagaimana sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang bernilai ekonomi sekaligus edukatif. Kehadirannya tidak hanya memperkenalkan proses pembuatan cokelat, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi kakao lokal Mojokerto kepada wisatawan dari berbagai daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




Tinggalkan Balasan