Media Kampung – India berencana membangun 100 bandara baru dan 200 helipad di berbagai kota kecil dan besar dalam beberapa tahun mendatang. Langkah ini bertujuan meningkatkan konektivitas regional serta memperkuat sektor perdagangan dan pariwisata di negara tersebut.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyatakan bahwa perkembangan pesat sektor penerbangan membutuhkan penambahan pesawat dan infrastruktur yang memadai. Dalam kesempatan peresmian Bandara Internasional Visakhapatnam (Vizag), Modi menegaskan pentingnya investasi, produksi, ekspor, dan penciptaan lapangan kerja sebagai jalan menuju kemakmuran.

Baca juga:

Pengembangan Bandara Strategis di Visakhapatnam

Bandara Vizag merupakan salah satu proyek penting yang dikembangkan oleh GMR Group dengan investasi lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar USD 591 juta. Bandara ini dibangun melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KBU) dan telah dirancang mengacu pada evaluasi proyek bandara greenfield sebelumnya di Hyderabad dan Goa.

Visakhapatnam, kota terbesar di Andhra Pradesh dan pusat ekonomi penting di pesisir timur India, dikenal sebagai ekosistem teknologi informasi yang berkembang pesat. Beberapa perusahaan besar seperti Google dan Nvidia telah beroperasi di wilayah ini, menjadikan konektivitas bandara sebagai faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Bandara Bhogapuram dan Target Kelas Dunia

Selain Vizag, GMR Group tengah mengembangkan Bandara Bhogapuram yang ditargetkan beroperasi pada 17 Agustus 2026. Bandara ini direncanakan memiliki kapasitas hingga 6 juta penumpang per tahun dan diberi nama Alluri Sitarama Raju, pahlawan kemerdekaan India yang dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan Inggris.

Baca juga:

Menurut SG Kishore, Executive Director dan Chief Innovation Officer GMR Group, penamaan bandara dengan nama tokoh pahlawan merupakan tradisi di India yang bertujuan memberikan penghormatan sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Bandara ini diharapkan menjadi pusat penerbangan kelas dunia yang dapat bersaing dengan bandara-bandara besar di Asia seperti Bandara Changi di Singapura.

Pentingnya Konektivitas dan Kerja Sama Internasional

Srinivas Bommidala, Chairman Energy International Airports GMR, menyampaikan bahwa peningkatan konektivitas di pesisir timur India sangat penting untuk mendorong perdagangan dan pariwisata. Ia juga menekankan perlunya kemitraan operasi dengan negara-negara seperti Indonesia, Filipina, dan Yunani guna memperkuat hubungan bilateral dan regional.

Bandara Vizag dan pengembangan infrastruktur lainnya diharapkan dapat membuka akses langsung antara India dan negara mitra penting seperti Indonesia, sehingga hubungan ekonomi dan sosial kedua negara dapat semakin erat.

Baca juga:

Dampak Ekonomi dan Sosial

Pembangunan bandara baru ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan mobilitas dan konektivitas, tetapi juga membawa nilai sejarah dan sosial. Penamaan Bandara Alluri Sitarama Raju menjadi simbol kemandirian, keberanian, dan daya juang bangsa yang diharapkan menginspirasi generasi muda India.

Dengan infrastruktur yang lebih baik, India berharap dapat memperkuat posisi ekonominya di kawasan Asia, mendorong pertumbuhan perdagangan, meningkatkan sektor pariwisata, dan menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat.

Proyek bandara ini juga mencerminkan komitmen pemerintah India dalam mengembangkan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penguatan hubungan internasional.