Media Kampung – IWAK Arak Bali adalah sebuah inovasi minuman tradisional Indonesia yang berupaya dikenal di kancah internasional. Minuman beralkohol yang dibuat dari fermentasi nira bunga kelapa, aren, dan bunga lontar ini memiliki aroma serta rasa khas hasil proses distilasi dan pematangan selama dua tahun atau lebih.
IWAK Arak Bali dikembangkan oleh Nathan Santoso, seorang penggiat pemberdayaan UMKM yang berkolaborasi dengan pengusaha lokal Bali, disebut sebagai “ibu angkat”nya. Sejak 2021, Nathan membantu proses legalisasi produk ini agar memperoleh izin dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta pita cukai sebagai minuman beralkohol resmi, sehingga produk IWAK dapat dipasarkan secara luas dan legal.
Proses Produksi dan Keunikan IWAK Arak Bali
IWAK Arak Bali menggunakan bahan dasar nira dari bunga kelapa, aren, dan lontar yang difermentasi dan didistilasi dua kali. Setelah itu, arak ini didiamkan selama minimal dua tahun untuk menghasilkan cita rasa yang khas dan aroma yang unik. Proses ini membedakan IWAK dari produk arak tradisional lain yang umumnya dijual secara lokal tanpa proses pematangan yang ketat.
Legalitas dan Dukungan Pemerintah
Pentingnya legalitas menjadi titik awal pengembangan IWAK Arak Bali sebagai produk minuman beralkohol resmi. Dengan izin BPOM dan pita cukai, IWAK kini dapat dipasarkan secara umum dan diposisikan sebagai minuman berkelas. Nathan Santoso juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah seperti Kementerian Perindustrian dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung pengembangan dan branding produk ini.
Visi Mengangkat Budaya Indonesia Melalui IWAK Arak Bali
Nathan berambisi menjadikan IWAK sebagai minuman khas Indonesia yang dapat bersanding dengan minuman beralkohol dunia seperti whisky, tequila, dan rum. IWAK Arak Bali diperkenalkan dalam berbagai acara internasional, termasuk G20 di Bali, serta sudah masuk di hotel-hotel bintang lima yang sering dikunjungi wisatawan dan ekspatriat. Produk ini juga digunakan sebagai welcome drink dan souvenir dalam acara berskala internasional.
Peran dalam Pemberdayaan UMKM dan Budaya Lokal
Selain sebagai produk minuman, IWAK Arak Bali juga merupakan bagian dari pemberdayaan UMKM dan pelestarian budaya tradisional Indonesia. Nathan yang aktif di organisasi Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa) menempatkan IWAK sebagai minuman yang cocok untuk dinikmati dalam suasana santai, seperti acara gathering atau peluncuran produk kelas atas, bukan untuk tujuan konsumsi berlebihan.
Masa Depan IWAK Arak Bali
Dengan fondasi legalitas yang kuat, dukungan pemerintah, dan konsep branding yang matang, IWAK Arak Bali memiliki potensi besar untuk mendunia. Usaha ini sekaligus mengangkat kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia melalui produk lokal yang berkualitas dan memiliki nilai jual global.














Tinggalkan Balasan