Media Kampung – Kegiatan Bunga Desaku ke-6 yang berlangsung di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, menghadirkan sarasehan bagi para pelaku wisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif sebagai ruang kolaborasi pengembangan potensi desa. Acara ini digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember dengan tujuan memperkuat sinergi antar pelaku di sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Dalam sarasehan tersebut, hadir berbagai komunitas dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku seni budaya dari sejumlah desa di Jember. Dua narasumber utama, Gogot Cahyo Baskoro dan I Nyoman Aribowo, memberikan wawasan terkait pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Dialog interaktif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat ini membahas strategi membangun ekosistem pariwisata yang kreatif dan berdaya saing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif. Ia menyatakan, “Sektor pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Ia harus beriringan dengan seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Melalui sinergi inilah Jember bisa tumbuh sebagai daerah wisata berbasis kearifan lokal yang kuat.” Pernyataan ini menggarisbawahi upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan wisata yang berakar pada potensi lokal.

Para peserta sarasehan aktif berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan potensi wisata di desa masing-masing. Diskusi juga menyoroti perlunya penguatan jejaring antar Pokdarwis untuk mempererat kolaborasi lintas wilayah. Hal ini dianggap penting agar berbagai desa dapat saling mendukung dalam mengembangkan produk wisata dan budaya yang unik.

Selain menjadi wadah diskusi, sarasehan ini juga berfungsi sebagai momen apresiasi bagi pelaku seni dan ekonomi kreatif yang berperan dalam menggerakkan sektor wisata di tingkat desa. Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Pokdarwis, komunitas seni budaya, dan pelaku ekonomi kreatif untuk terus bersinergi dalam mengembangkan potensi wisata desa. Komitmen tersebut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, pelestarian seni budaya, serta pengembangan produk kreatif unggulan daerah.

Melalui inisiatif ini, Disparbud Jember berharap terwujudnya kesinambungan antara pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif yang dapat menjadikan setiap desa di Jember sebagai desa wisata mandiri dengan karakter dan daya tarik khas. Sarasehan di Desa Pakis menjadi wujud nyata dorongan pemerintah kabupaten untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan berbasis potensi lokal. Dengan kolaborasi lintas sektor, Jember diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya dan kreativitas masyarakat terkemuka di Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.