Media Kampung – 17 April 2026 | Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid meninjau lokasi banjir di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang pada Senin 13 April 2026, sambil menyiapkan rencana penanganan permanen. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan efektivitas penanganan darurat dan mengkoordinasikan langkah lanjutan bersama Kabupaten Situbondo.

Tim pemerintah daerah telah memasang bronjong sebagai tangkis dan pengarah aliran sungai untuk menghentikan erosi lebih lanjut. Bronjong tersebut berfungsi sebagai struktur sementara yang menstabilkan debit air.

Abdul Hamid menegaskan bahwa penanganan permanen akan melibatkan koordinasi lintas wilayah karena area terdampak berada di perbatasan Bondowoso‑Situbondo. Kerjasama antar kabupaten diharapkan menghasilkan solusi jangka panjang yang terintegrasi.

Selama inspeksi, bupati juga memperhatikan kondisi beberapa jembatan desa yang rusak akibat banjir. Ia berjanji pemerintah akan membangun bronjong tambahan sebagai langkah darurat untuk memperbaiki akses.

Pembiayaan penanganan darurat direncanakan melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Bondowoso. Anggaran BTT akan dialokasikan untuk pemasangan bronjong, perbaikan jembatan, dan kegiatan mitigasi lainnya.

Selain upaya struktural, pemerintah telah menyalurkan bantuan perumahan bagi korban banjir. Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menghasilkan seratus unit rumah layak huni yang sudah ditempati keluarga terdampak.

Abdul Hamid menilai penyediaan rumah layak huni merupakan bagian penting dalam pemulihan jangka panjang. Ia menambahkan bahwa proses pembangunan RTLH selesai tepat waktu dan sesuai standar keamanan.

Bupati menekankan pentingnya sistem penanganan bencana yang terintegrasi, meliputi upaya preventif dan responsif. Ia mengajak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta dinas terkait untuk menyusun peta mitigasi yang komprehensif.

Meskipun anggaran daerah terbatas, pemerintah berkomitmen melakukan mitigasi secara bertahap. Sumber pembiayaan tambahan akan dipertimbangkan dari APBD kabupaten, APBD provinsi, maupun APBN.

Koordinasi dengan pihak provinsi diharapkan mempercepat alokasi dana untuk proyek infrastruktur penanggulangan banjir. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan wilayah rawan banjir.

Masyarakat Wonoboyo melaporkan peningkatan kepercayaan setelah melihat tindakan cepat pemerintah. Kehadiran bronjong dan perbaikan jembatan memberikan rasa aman sementara menunggu solusi permanen.

Para ahli lingkungan menyarankan penanaman vegetasi di daerah aliran sungai sebagai langkah jangka panjang. Upaya tersebut dapat mengurangi kecepatan aliran dan menahan material sedimentasi.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berencana mengadakan forum bersama dengan akademisi dan LSM untuk menyusun rencana penanggulangan berbasis ilmiah. Forum ini akan membahas teknik rekayasa hidrologi serta pemanfaatan teknologi pemantauan real‑time.

Sementara itu, BPBD terus melakukan pemantauan kondisi air secara berkala. Data pemantauan akan dijadikan acuan dalam mengaktifkan peringatan dini bagi warga.

Pemerintah juga menyiapkan posko bantuan yang dapat diakses 24 jam bagi korban yang membutuhkan pertolongan darurat. Posko dilengkapi dengan persediaan makanan, obat, dan perlengkapan sanitasi.

Dalam jangka menengah, rencana pembangunan bendungan kecil di perbatasan dua kabupaten sedang dalam tahap kajian teknis. Proyek tersebut diharapkan dapat menstabilkan debit air selama musim hujan.

Abdul Hamid mengakhiri kunjungan dengan harapan semua pihak dapat berkontribusi mewujudkan penanganan permanen yang berkelanjutan. Ia mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam program penghijauan dan pemeliharaan bronjong.

Kondisi terkini menunjukkan bronjong sementara telah berfungsi mengalihkan sebagian aliran, sementara rumah RTLH sudah menampung keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah akan terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan.

Upaya kolaboratif antara Bondowoso dan Situbondo menjadi contoh penanganan bencana lintas wilayah yang dapat direplikasi di daerah lain. Keberhasilan ini diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan wilayah Jawa Timur secara keseluruhan.

Dengan dukungan anggaran, koordinasi antar lembaga, dan partisipasi masyarakat, penanganan permanen banjir Wonoboyo diproyeksikan selesai dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menegaskan komitmen menjaga keamanan dan kesejahteraan warga di zona rawan banjir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.