Media Kampung – Antrean truk di luar kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, mencapai sekitar 2,6 kilometer pada Kamis (26/6/2026). Lonjakan volume kendaraan logistik dipicu oleh libur sekolah, libur akhir pekan panjang, serta peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Kuningan.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) merespons dengan memperketat pengaturan arus kendaraan logistik. Dua kantong parkir di kawasan Cekik dan Hutan Lindung Barat disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara. Sistem buka-tutup diterapkan agar truk masuk ke pelabuhan secara bertahap, sementara kendaraan pribadi, sepeda motor, dan bus tetap diprioritaskan.
Di lokasi penyangga, petugas melakukan pemeriksaan tiket elektronik Ferizy. Truk yang belum memiliki tiket diwajibkan membeli sebelum diizinkan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan. Langkah ini untuk mengatur aliran kendaraan dan mencegah penumpukan di dalam pelabuhan.
Sebagai bentuk pelayanan, ASDP bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana menyiapkan fasilitas pendukung bagi para sopir yang menunggu giliran. Fasilitas tersebut meliputi posko kesehatan, ambulans, toilet portabel, serta kebutuhan konsumsi. Sementara itu, Polres Jembrana telah menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila antrean semakin panjang, termasuk pengalihan kendaraan melalui jalur alternatif di sekitar Gilimanuk.
Di sisi operasional, ASDP mempercepat proses bongkar muat kapal dengan memangkas waktu sandar dari sekitar 45 menit menjadi maksimal 30 menit. Langkah ini diharapkan mampu memperlancar arus penyeberangan Gilimanuk–Ketapang selama puncak arus libur Hari Raya Kuningan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan