Media Kampung – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah cepat untuk mengurai kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, selama libur sekolah. Perusahaan pelat merah itu menambah kapasitas layanan dan mengoptimalkan armada agar arus penyeberangan ke Gilimanuk kembali lancar.

Kepadatan mulai terasa sejak 21 Juni 2026. Selain tingginya mobilitas masyarakat, kondisi cuaca di Selat Bali turut memengaruhi operasional. Kecepatan angin dan tinggi gelombang, terutama pada malam hari, memaksa proses bongkar muat dilakukan lebih hati-hati demi keselamatan pelayaran.

Lonjakan kendaraan cukup signifikan. Pada 21 Juni tercatat 9.571 kendaraan menyeberang, naik sekitar 23 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 7.769 kendaraan. Peningkatan terbesar berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang bertambah sekitar 30 persen.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan permohonan maaf atas antrean yang terjadi. “Kami memahami masyarakat membutuhkan layanan penyeberangan yang nyaman selama libur sekolah. Atas kondisi kepadatan yang terjadi, kami mohon maaf. Bersama regulator dan pemangku kepentingan, kami terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat normalisasi layanan,” ujarnya Kamis (25/6).

Untuk mengurangi antrean, ASDP mengoptimalkan operasional seluruh dermaga dan armada. Dermaga Moveable Bridge (MB) dioperasikan penuh dengan 30 kapal, sedangkan Dermaga Bulusan mendapat tambahan KMP Portlink VII. Satu kapal juga dioperasikan di dermaga Landing Craft Machine (LCM) untuk mempercepat pergerakan kendaraan angkutan barang. KMP Prathita ditempatkan di dermaga ponton khusus melayani lonjakan kendaraan roda dua.

Penyesuaian pola operasi dilakukan setelah dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP mengalami gangguan. Akibatnya, sebagian kendaraan logistik dialihkan ke kapal ferry reguler. Meski begitu, ASDP tetap mengutamakan kelancaran kendaraan pribadi dan bus agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Hingga Kamis siang, panjang antrean di Pelabuhan Ketapang berkurang menjadi sekitar 2,5 kilometer, dari sebelumnya sempat mencapai lima kilometer.

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengajak masyarakat memanfaatkan program stimulus tarif dari pemerintah. “Pengguna jasa kami imbau membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy dan datang sesuai jadwal. Dengan demikian, kepadatan di pelabuhan dapat ditekan,” kata Windy. Program stimulus berlaku di 14 pelabuhan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk Ketapang-Gilimanuk. Pengguna jasa mendapat potongan tarif jasa kepelabuhanan yang setara pengurangan sekitar 21,9 persen dari total harga tiket. Program berlaku untuk perjalanan 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

ASDP berkomitmen memantau perkembangan operasional bersama regulator dan pemangku kepentingan. Dukungan armada, kesiapan personel, serta evaluasi layanan dilakukan berkala agar konektivitas penyeberangan selama libur sekolah tetap aman, lancar, dan andal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.