Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya berbagai konflik dan peperangan di dunia adalah ketidakmampuan para elite suatu negara untuk bekerja sama. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Sarasehan Kebangsaan bersama ribuan rektor, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Menurut Prabowo, pelajaran sejarah selama ribuan tahun menunjukkan bahwa keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan para elite dalam membangun kerja sama. “Bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, bangsa itu yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan,” ujarnya.

Prabowo kemudian mencontohkan berbagai konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia. Ia menyebut perang di Ukraina, yang menurutnya telah berlangsung lebih lama dari Perang Dunia Kedua, dengan korban puluhan ribu jiwa setiap bulan. “Kalau kita lihat rasnya sama, sukunya sama, agamanya juga banyak yang sama, perangnya itu sampai puluhan ribu korban mati tiap bulan,” katanya.

Selain Ukraina, Presiden juga menyinggung konflik di Gaza, Palestina, Lebanon, Iran, negara-negara Teluk, Yaman, Afghanistan, Baluchistan, Myanmar, hingga konflik antara Thailand dan Kamboja. Ia menyebut bahwa 90 persen wilayah Gaza rata, mungkin sama akibatnya dengan Hiroshima atau Nagasaki. “Kuncinya adalah antara lain elite yang tidak bisa kerja sama,” tegas Prabowo.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan kembali pentingnya membangun kehidupan bernegara yang mengedepankan persatuan dan kerja sama. “Jadi saudara-saudara, bernegara saya kira kita perlu untuk renungkan masalah bernegara,” tandas dia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.