Media Kampung – Ketua DPP PDIP Said Abdullah menegaskan bahwa posisi politik partainya sudah jelas, yakni sebagai partai penyeimbang. Pernyataan ini merespons kritik Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid yang menilai sikap PDIP saat ini abu-abu dan meminta partai berlambang banteng itu mempertegas posisi politiknya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Said, keputusan PDIP untuk menjadi partai penyeimbang telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai. Ia menegaskan bahwa sikap ini bukanlah sikap abu-abu, melainkan pilihan strategis yang berbeda dengan sistem oposisi ala negara Barat. “Kita tidak bisa membandingkan dengan negara-negara Barat yang menjalankan sistem oposisi,” ujar Said, Kamis (18/6/2026).
Said menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengarahkan partainya untuk bersikap objektif dan proporsional. Artinya, PDIP akan mendukung kebijakan pemerintah yang baik bagi rakyat meskipun tidak mendapatkan manfaat elektoral. Sebaliknya, jika kebijakan dirasa kurang baik, PDIP akan mengingatkan secara konstruktif. “Dalam posisi seperti ini belum tentu juga kami mendapatkan keuntungan elektoral,” tambahnya.
Ia juga membedakan sikap penyeimbang dengan oposisi. Oposisi, kata Said, memiliki kehendak politik untuk berlawanan total dengan pemerintah dan cenderung mencari kelemahan demi keuntungan elektoral. Sementara PDIP menginginkan pemerintahan Presiden Prabowo berjalan baik hingga 2029. “Berbeda dengan pilihan jika mengambil sikap oposisi. Oposisi itu kehendak politiknya berlawanan total dengan pemerintahan berkuasa,” tegas Said.
Menariknya, Said mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memahami dan bahkan berterima kasih atas sikap PDIP sebagai partai penyeimbang. Presiden menilai PDIP sebagai teman yang lebih jujur karena memberikan masukan objektif, bukan sekadar pujian. “Bapak Presiden sangat sadar bahwa tidak semua pujian itu baik, melebih-lebihkan pujian, ibarat teman malah bisa mengaburkan sikap obyektivitas yang malah diperlukan oleh Bapak Presiden,” pungkas Said.
Sebelumnya, Jazilul Fawaid dari PKB meminta PDIP untuk bersikap tegas, baik sebagai oposisi maupun pendukung pemerintah. Ia menilai posisi partai penyeimbang belum jelas dan perlu dipertegas. “Saya berharap PDIP mengambil sikap yang tegas. Kalau memang berada di posisi oposisi, ya oposisi saja, jangan bersikap abu-abu,” ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan