Media Kampung, Prabumulih – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 berhasil mengembangkan tiga sumur infill baru di wilayah kerja Sumatera Selatan yang berpotensi menambah produksi minyak nasional lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD) serta gas lebih dari 4 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PHR Zona 4 dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan produksi migas dari lapangan-lapangan mature menggunakan teknologi canggih dan strategi pengeboran yang tepat.
Pengembangan Tiga Sumur Baru
Tiga sumur yang dikembangkan yaitu KRG-042 di Pertamina EP Limau Field, serta DWA-071 dan BNG-081 di Pertamina EP Adera Field. Ketiganya merupakan sumur infill yang dibor di antara sumur eksisting untuk mengoptimalkan cadangan migas yang masih tersedia.
Sumur KRG-042
Sumur ini berada di Struktur Karangan Timur, Kota Prabumulih. PHR Zona 4 menerapkan teknologi Electric Submersible Pump (ESP) pada sumur ini untuk meningkatkan produksi minyak, terutama pada sumur dengan tekanan alami yang mulai menurun. Pengeboran sumur diselesaikan dalam 25 hari dan berdasarkan uji alir awal pada 16 Juli 2026, potensi produksinya mencapai 777 BOPD.
Sumur DWA-071
Terletak di Struktur Dewa, Kabupaten PALI, sumur ini merupakan pengembangan pertama di wilayah tersebut setelah enam tahun. Pengeboran berlangsung selama 47 hari dan uji alir awal pada 15 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 375,84 BOPD serta gas 0,196 MMSCFD. Keberhasilan ini didukung survei seismik 3D IDAMAN yang dilaksanakan sejak Maret 2024 hingga Mei 2025.
Sumur BNG-081
Berlokasi di Struktur Benuang, Kabupaten PALI, sumur ini dikembangkan dengan memanfaatkan data survei seismik 3D Karbela tahun 2014-2015. Pengeboran memakan waktu 30 hari dan uji alir awal pada 20 Juli 2026 menunjukkan potensi produksi minyak 264,4 BOPD dan gas 3,064 MMSCFD.
Dukungan Terhadap Ketahanan Energi Nasional
Pjs. General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menyampaikan hingga akhir Juli 2026 telah menyelesaikan pengeboran 40 sumur pengembangan, dengan target 83 sumur hingga akhir tahun 2026. Target ini diharapkan mendukung pencapaian produksi perusahaan sebesar 30.305 BOPD minyak dan 485,07 MMSCFD gas.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dan mendukung visi Presiden dalam menjaga pasokan energi yang berkelanjutan. PHR Zona 4 terus mengupayakan pengembangan potensi migas melalui sumur infill di seluruh wilayah kerjanya.
Luthfi juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan agar seluruh proses pengeboran dan pengembangan dapat berjalan aman dan optimal sehingga memberikan manfaat maksimal bagi ketahanan energi nasional.














Tinggalkan Balasan