Media Kampung, Surabaya – Kepala Seksi Humas Kebun Binatang Surabaya (KBS), Lintang Ratri Sunarwidhi, membantah adanya kekurangan pakan satwa di kebun binatang tersebut. Pernyataan ini disampaikan di tengah ramainya kasus dugaan korupsi pemotongan anggaran pakan oleh mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS periode 2016-2024, Chairul Anwar.
“Kalau yang untuk saat-saat ini, dari itu dugaan-dugaan itu kami bisa dikatakan tidak ada,” kata Lintang saat dikonfirmasi, Kamis (23/7). Ia menegaskan bahwa pemberian pakan tetap rutin dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, serta kebersihan kandang juga dijaga.
Menanggapi kasus kematian hewan di KBS, Lintang menjelaskan bahwa penyebabnya adalah faktor usia dan penyakit, bukan karena kelaparan. “Kematian penyebabnya masih normal karena sakit dan tua, tetapi tidak ada karena kurang pakan,” tambahnya.
Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Chairul Anwar terjadi pada 2016-2024. Saat itu, Chairul merangkap tiga jabatan: Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Modusnya adalah memerintahkan staf mengeluarkan uang anggaran dan menyusun pertanggungjawaban fiktif, serta memotong anggaran pakan satwa. Akibat perbuatannya, kerugian negara mencapai Rp10.209.664.735,60. Chairul telah ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidik kejaksaan menyebut bahwa akibat korupsi ini, fasilitas KBS tidak terawat, rusak, dan kotor, serta kondisi kesehatan satwa memprihatinkan. Namun, pihak KBS saat ini memastikan tidak ada kekurangan pakan dan kematian satwa terjadi secara wajar.















Tinggalkan Balasan