Media Kampung – Suhardi (65), warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (2/6) pukul 16.00 WIB. Namun, saat hendak dimandikan di halaman rumah, jenazah Suhardi bergerak dan bernapas, sehingga menimbulkan kabar bahwa pria tersebut mengalami mati suri.

Anak kedua Suhardi, Setiawan (29), membantah kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada pagi hari sebelum berangkat kerja, ayahnya menunjukkan tanda-tanda kurang nafsu makan dan minum. Selama sebulan terakhir, Suhardi sudah tidak bisa beraktivitas karena mengalami stroke sejak tiga tahun lalu.

Stroke yang dialami Suhardi bermula setelah terpeleset di kamar mandi dan mengalami pendarahan di kepala. Kondisi tersebut membuatnya sudah tidak bisa berbicara dan hanya mampu tersenyum. Saat kejadian pada Selasa sore, Suhardi tidak membuka mata meskipun sempat bernapas saat akan dimandikan.

Kepala Kepolisian Sektor Kebonagung, Iptu Said Nu’man Murod, membenarkan bahwa Suhardi sempat bernapas kembali saat hendak dimandikan. Saat itu, warga setempat sudah mengumumkan kematian Suhardi melalui masjid dan mulai mempersiapkan pemulasaraan jenazah. Namun, ketika jenazah akan disucikan, bidan desa melakukan pengecekan dan menemukan detak jantung masih ada.

Sayangnya, setelah bertahan hidup semalaman, Suhardi kemudian meninggal dunia kembali pada keesokan harinya. Kasubsi Penmas Polres Demak, Aiptu Munthohar, menambahkan bahwa Suhardi memang sudah lama menderita penyakit stroke sebelum kejadian tersebut.

Sementara itu, kabar lain yang sedang ramai adalah kasus meninggalnya Aminah (57) warga Boyolali setelah mengonsumsi sate kiriman menantu. Polisi masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kematian Aminah. Mantu korban telah diperiksa dan mengakui mengirimkan sate tersebut, namun statusnya masih saksi hingga penyebab kematian jelas.

Kasus Suhardi yang disebut mati suri dan kejadian tewasnya Aminah usai makan sate kiriman menunjukkan pentingnya pemeriksaan medis menyeluruh dalam memastikan sebab kematian. Keluarga dan aparat terus menunggu hasil resmi dari pihak berwenang terkait kedua peristiwa ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.