Media Kampung – Konvoi anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) usai pengesahan warga baru di Boyolali, Jawa Tengah, berujung ricuh pada Senin (29/6/2026) dini hari. Empat orang mengalami luka bacok dan dua sepeda motor dibakar dalam serangan yang terjadi di tiga lokasi berbeda.

Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengungkapkan kericuhan terjadi hampir bersamaan sekitar pukul 01.00 WIB di wilayah Sambi, Banyudono, dan Teras. Peristiwa bermula setelah kegiatan pengesahan warga baru PSHT di Gladaksari, Boyolali, pada Minggu (28/6) malam.

Penyerangan pertama terjadi di Desa Trosobo, Kecamatan Sambi. Rombongan 14 orang yang mengendarai tujuh sepeda motor dihadang oleh empat orang tak dikenal menggunakan dua sepeda motor. Para pelaku langsung turun dan menyabetkan senjata tajam, menyebabkan dua orang luka. Sepeda motor Honda PCX milik korban kemudian dibakar.

Penyerangan kedua berlangsung di Jalan Solo-Semarang, Kecamatan Banyudono, tepatnya di depan PO Bus Hariyanto. Dua orang yang sedang berhenti untuk buang air kecil di pinggir jalan tiba-tiba dibacok oleh empat orang tak dikenal. Pelaku melarikan diri ke arah timur. Dua korban di Sambi masing-masing mengalami luka serius, satu di antaranya harus mendapat 13 jahitan dan korban lainnya mengalami tiga luka bacok di punggung. Mereka dirawat di RS Asy Syifa Sambi. Sementara dua korban di Banyudono dirawat di RS Indriati.

Selain pembacokan dan pembakaran motor, kerusakan juga terjadi di bengkel mobil OJ Shock di Jalan Semarang–Solo, Kecamatan Teras. Sekelompok orang melempari bengkel dengan batu, mengakibatkan tiga mobil rusak pada kaca belakang dan kaca rumah pemilik bengkel pecah. Seorang pegawai bengkel juga menjadi korban penganiayaan.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan sebelumnya telah melakukan pengamanan dan penyekatan di sejumlah titik untuk mengantisipasi konvoi dari luar daerah, namun kericuhan tetap terjadi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.