Media Kampung, Pemalang – Penyelidikan kasus bullying yang melibatkan siswa SDN 1 Kebondalem, Pemalang, terus berlanjut setelah Muhammad Hasbi Al Aqib, seorang siswa berusia 7 tahun, meninggal dunia. Kasus ini menarik perhatian publik setelah terungkap bahwa Aqib diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa enam saksi yang terdiri dari teman sekolah, orang tua, dan pihak sekolah untuk mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum kematian Aqib.

“Sudah enam orang saksi yang diperiksa dan kami akan terus mendalami kasus ini,” jelas Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP M. Faizal Wildan Umar, dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Sabtu, 30 September 2023. Wildan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan sendiri tentang kasus ini sebelum proses penyelidikan selesai, mengingat ini melibatkan anak-anak.

Kejadian berawal pada 17 September 2023, ketika Aqib mengalami sakit perut yang parah dan harus dirawat di rumah sakit. Selama perawatan, ia mengalami gejala yang serius, termasuk muntah berat dan BAB berdarah. Kepada keluarganya, Aqib mengungkapkan bahwa ia pernah dipukul oleh tiga kakak kelasnya yang duduk di kelas 5 dan 6. Setelah dirawat selama sembilan hari, Aqib meninggal dunia pada 30 September 2023.

Pihak kepolisian juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Aqib di RSUD Ashari, Pemalang, pada 1 Oktober 2023, untuk mengetahui penyebab kematiannya. Saat ini, hasil autopsi sedang ditunggu dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah. Walaupun pihak sekolah tidak memiliki kamera pengawas (CCTV), Wildan memastikan bahwa hal tersebut tidak akan menghambat proses penyelidikan.

Penyelidikan ini menjadi penting mengingat dampak besar dari bullying pada anak-anak. Plt Bupati Pemalang, Nurkholes, juga telah memberikan keterangan terkait kejadian ini, menegaskan bahwa kasus ini harus ditangani dengan serius dan tidak boleh dianggap sepele. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan dukungan kepada pihak berwenang dalam mengungkap fakta-fakta yang ada.