Media Kampung, Gaza – Lima warga Palestina, termasuk empat perempuan, tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam sebuah gedung apartemen di Kota Gaza pada dini hari Sabtu (31/10/2026). Di antara korban adalah seorang ibu dan putrinya, Maisa Abu Dawoud dan Mary, yang tewas setelah apartemen tempat mereka berlindung dihantam dan terbakar.
Serangan tersebut menghancurkan bagian gedung apartemen dan menyebabkan kebakaran, yang membuat petugas Pertahanan Sipil berjuang untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menewaskan Ali al-Amoudi, pimpinan kantor politik Hamas di Gaza, namun belum ada konfirmasi apakah serangan itu memang terkait dengan kematian lima warga Palestina yang lain.
Saksi mata, Ahmed al-Dahdouh, menggambarkan situasi panik saat serangan terjadi. “Kami sedang tidur dan tiba-tiba mendengar serangan bertubi-tubi serta ledakan keras. Anak-anak terbangun dengan kaget lalu berlari dan berteriak,” ujarnya.
Setelah serangan, warga setempat berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan. Jenazah Maisa dan Mary kemudian dibawa ke Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza untuk dimakamkan. Kerabat dan sejumlah warga, termasuk umat Muslim, hadir memberikan penghormatan terakhir. Salah seorang anggota keluarga, Fouad al-Najjar, mengungkapkan rasa duka mendalam atas kehilangan tersebut.
Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terkena dampak dan menyerukan penghentian perang serta perlindungan terhadap warga sipil. Insiden tragis ini menyoroti dampak konflik yang terus berlangsung dan dampaknya terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalam pertikaian.














