Media Kampung, Pemalang – Kasus seorang siswa kelas 2 SD di Pemalang yang diduga menjadi korban bullying mengingatkan orang tua untuk lebih peka terhadap perilaku anak. MHAQ, seorang siswa berusia 7 tahun, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit, dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya. Psikolog Madeline Jessica, M.Psi, menekankan bahwa tanda perundungan tidak selalu tampak sebagai luka fisik. Perubahan dalam emosi, perilaku, dan hubungan sosial anak juga patut diperhatikan.

Orang tua dapat mulai waspada jika anak yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi pendiam, mudah menangis, atau menunjukkan kecemasan saat berbicara tentang sekolah. Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan meliputi keluhan fisik seperti sakit perut yang sering terjadi sebelum berangkat sekolah, mimpi buruk, serta perubahan nafsu makan. Selain itu, anak mungkin menunjukkan perubahan dalam hubungan sosialnya, seperti menjauh dari teman-teman atau kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disukainya.

Madeline menegaskan pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. Jika orang tua mencurigai adanya masalah, sebaiknya mereka segera berdiskusi dengan pihak sekolah. “Hal ini penting agar anak merasa aman dan diperhatikan, serta dapat menjelaskan apa yang terjadi tanpa merasa tertekan,” ujarnya.

Dengan memahami tanda-tanda bullying, orang tua dapat lebih cepat mengambil langkah yang tepat untuk melindungi anak mereka dari perundungan dan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan.