Media Kampung, Padang — RSUP Dr. M. Djamil Padang menghadirkan program Hospital Schooling untuk memastikan pasien anak tetap mendapatkan kesempatan belajar selama menjalani perawatan. Program ini juga menjadi ruang bagi anak untuk bermain, berinteraksi, dan terus berkembang meski berada di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan tersebut didampingi para relawan Aruna Volunteer yang menggelar berbagai aktivitas edukatif sesuai kondisi kesehatan masing-masing anak. Melalui pendekatan yang menyenangkan, program ini diharapkan mampu menjaga perkembangan emosional, psikologis, serta kemampuan sosial pasien anak selama masa perawatan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang, Asrawati, mengatakan Hospital Schooling dirancang khusus bagi anak-anak yang menjalani perawatan dalam waktu cukup lama agar proses pendidikan mereka tidak terhenti. Menurutnya, kegiatan belajar dan bermain juga membantu mengurangi kecemasan anak selama dirawat di rumah sakit.
“Program ini bertujuan mengurangi rasa cemas selama perawatan, mencegah stagnasi pendidikan, membantu anak menerima kondisinya, serta memotivasi mereka agar lebih cepat pulih. Bagi orang tua, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berinteraksi dan bermain bersama anak di rumah sakit,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Sementara itu, Ketua Aruna Volunteer, Rehan Wili Adam, mengatakan para relawan menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas edukatif bagi pasien anak yang berasal dari terminal imun maupun bangsal perawatan. Kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tetap merasakan suasana belajar sekaligus memiliki ruang untuk mengekspresikan perasaan mereka.
“Kami mengajak adik-adik dari Terminal Imun dan bangsal untuk bermain bersama kakak-kakak fasilitator. Harapannya, mereka bisa meluapkan emosinya, kembali merasakan suasana belajar meskipun kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk bersekolah seperti biasa,” kata Rehan.
Melalui Hospital Schooling, RSUP Dr. M. Djamil Padang berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pendidikan dan tumbuh kembang anak. Program ini menjadi wujud komitmen bahwa setiap anak tetap memiliki hak untuk belajar, bermimpi, dan menatap masa depan dengan penuh harapan meski sedang menjalani pengobatan.





















Tinggalkan Balasan