Media Kampung – Greta Lee, aktris yang dikenal lewat perannya dalam Past Lives dan The Morning Show, menyebut Toy Story 5 sebagai film terpenting dalam kariernya. Dalam wawancara eksklusif dengan Bazaar UK, ia mengungkapkan bahwa film kelima dari waralaba legendaris ini bukan sekadar proyek animasi biasa, melainkan sebuah karya yang relevan dengan isu masa kini.
Peran Greta Lee di Toy Story 5
Greta Lee mengisi suara Lilypad, antagonis utama dalam Toy Story 5. Lilypad adalah sebuah tablet berbentuk katak yang hadir di kamar Bonnie, yang kini berusia delapan tahun. Kehadirannya mengancam eksistensi mainan klasik seperti Woody dan Buzz Lightyear, memicu kepanikan di antara mereka. “Era mainan telah berakhir,” begitu kata para karakter lama dalam film tersebut.
Bagi Greta, memerankan tokoh antagonis adalah pengalaman yang menyenangkan. “Saya suka memerankan sosok yang begitu yakin dengan apa yang mereka inginkan, meskipun mereka salah. Lilypad menganggap dirinya ahli dalam segala hal. Kita semua mengenal orang seperti itu,” ujarnya sambil tertawa.
Relevansi dengan Kehidupan Nyata
Yang membuat Toy Story 5 begitu istimewa bagi Greta adalah pesannya tentang dampak teknologi terhadap kehidupan anak-anak. Film ini mengeksplorasi bagaimana perangkat digital telah menyusup ke dunia bermain dan memengaruhi imajinasi. Dalam salah satu adegan paling berkesan, Bonnie dan teman-temannya duduk diam di ruangan yang sama, masing-masing sibuk dengan tablet mereka, bukannya bermain bersama.
“Fakta bahwa anak-anak tidak lagi bermain dengan mainan terasa sangat relevan dan mendesak,” kata Greta. “Lucu memang mengatakan ini tentang film Toy Story, tetapi saya rasa ini adalah salah satu karya film terpenting yang pernah saya buat. Saya sangat senang anak-anak saya bisa menontonnya.”
Pengalaman Emosional
Greta mengaku menangis hingga 600 kali saat pertama kali menonton Toy Story 5 beberapa hari sebelum wawancara. “Itu sangat memalukan karena saat itu adalah pertama kalinya saya bertemu Tim Allen dan Joan Cusack. Syukurlah Tom Hanks tidak ada di sana,” kenangnya sambil meringis.
Film ini juga menyentuh sisi personal Greta sebagai ibu. Ia dan suaminya, Russ Armstrong, berusaha membatasi waktu layar untuk kedua putra mereka, Apollo (9) dan Raphael (7). Mereka bahkan memasang telepon rumah agar anak-anak bisa menghubungi teman-teman tanpa perangkat digital. “Ini sebuah perjuangan, dan bukan perjuangan yang sederhana. Kekacauan yang ditimbulkan teknologi dan layar bukan hanya berdampak pada mereka, tetapi juga pada kami,” jelas Greta.
Perjalanan Karier Greta Lee
Dari teater Broadway hingga peran ikonik di Girls, The Morning Show, dan Past Lives, Greta telah melalui perjalanan panjang. Titik balik besar terjadi ketika Lena Dunham melihatnya tampil dalam produksi teater 4000 Miles pada 2012 dan menulis karakter khusus untuknya di Girls. Sejak itu, kariernya terus menanjak.
Namun, Greta mengakui bahwa industri hiburan masih memiliki ketimpangan, terutama bagi perempuan dan orang kulit berwarna. “Anda tidak bisa hanya duduk diam dan berasumsi semuanya akan membaik. Biasanya tidak demikian,” tegasnya.
Toy Story 5: Lebih dari Sekadar Hiburan
Dengan Toy Story 5, Greta berharap film ini bisa menjadi pengingat akan pentingnya bermain dan berimajinasi tanpa gangguan teknologi. “Saya pikir film ini akan menjadi salah satu warisan yang saya tinggalkan untuk anak-anak saya,” pungkasnya.
Toy Story 5 tayang di bioskop mulai 19 Juni 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan