Media Kampung – Piala Dunia 2026 menghadirkan format baru dengan 48 tim peserta yang terbagi dalam 12 grup. Persaingan di babak penyisihan menjadi semakin ketat karena hanya juara grup, runner-up, dan delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak 32 besar. Bagan pertandingan Piala Dunia 2026 kini mulai mengerucut setelah beberapa tim memastikan tiket ke babak gugur.
Salah satu tim yang lebih dulu memastikan lolos adalah Meksiko. Dengan kemenangan atas Korea Selatan 1-0 dan Afrika Selatan 2-0, Meksiko mengamankan posisi juara Grup A dan menjadi tim pertama yang resmi melaju ke babak 32 besar. Sementara itu, tim lain seperti Korea Selatan, Republik Ceko, dan Afrika Selatan masih berjuang menentukan nasib mereka di laga terakhir penyisihan grup.
Format babak 32 besar ini merupakan sejarah baru dalam Piala Dunia, menggantikan fase 16 besar yang sebelumnya digunakan. Dengan sistem knockout yang lebih panjang, setiap tim dituntut menjaga konsistensi sejak awal turnamen agar bisa melaju ke tahap berikutnya.
Dalam penyisihan grup, situasi kerap menjadi sangat ketat. Oleh karena itu, FIFA menerapkan aturan tie-breaker yang sistematis untuk menentukan peringkat jika terjadi kesamaan poin antar tim. Berikut adalah langkah-langkah utama dalam sistem tie-breaker tersebut:
- Perbandingan poin yang diperoleh antar tim yang bersangkutan.
- Selisih gol di antara tim yang bersangkutan.
- Jumlah gol yang dicetak oleh tim-tim yang bersangkutan.
- Jika masih sama, perbandingan poin, selisih gol, dan gol yang dicetak dalam semua pertandingan grup akan digunakan.
- Jika masih belum ada keputusan, aturan tambahan seperti peringkat fair play dan undian akan diterapkan.
Selain persaingan di lapangan, beberapa hal unik juga muncul selama Piala Dunia 2026. Contohnya, pelatih Timnas Afrika Selatan, Hugo Broos, mengeluhkan minimnya atmosfer sepak bola di Stadion Atlanta (Mercedes-Benz Stadium) yang juga digunakan untuk pertandingan American Football. Hal ini menjadi perhatian tersendiri mengingat atmosfer dan aura stadion sangat berpengaruh terhadap pengalaman bermain dan penonton sepak bola.
Di Indonesia, antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 juga terlihat dari berbagai kegiatan nobar (nonton bareng) yang digelar oleh komunitas dan institusi, termasuk Polsek Entikong di Kalimantan Barat. Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana hiburan tetapi juga mempererat hubungan sosial dan komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat.
Dengan format baru dan persaingan yang semakin ketat, babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjanjikan pertandingan yang menarik dan penuh kejutan. Setiap tim harus tampil maksimal untuk mengamankan posisi mereka dan melangkah lebih jauh dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan