Media Kampung – Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah atau GEMAR dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Kehadiran ayah saat pembagian rapor bukan sekadar formalitas, melainkan wujud keterlibatan nyata dalam membangun karakter dan masa depan anak.
Jurnalis senior Banten, Lulu Jamaludin, menilai bahwa selama ini masyarakat masih meletakkan urusan pendidikan anak pada pundak ibu. Padahal, ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis, motivasi belajar, hingga pembentukan karakter anak. “Gerakan ini punya makna yang sangat positif. Kehadiran ayah saat mengambil rapor bukan sekadar formalitas administrasi sekolah, tetapi menunjukkan bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu,” ujar Lulu di Kota Serang, Kamis (19/6/2026).
Menurut Lulu, anak yang melihat ayah hadir dalam momen penting pendidikannya akan merasa dihargai dan mendapat dukungan emosional yang kuat dari keluarga. “Ketika ayah datang ke sekolah, berdialog dengan guru, dan mengetahui perkembangan anak secara langsung, komunikasi antara keluarga dan sekolah akan terbangun lebih baik. Anak juga akan merasa bangga karena ayah memberi perhatian terhadap proses belajarnya,” tambahnya.
Lulu menilai GEMAR juga bisa menjadi momentum perubahan budaya pengasuhan di Indonesia. Selama ini, banyak ayah belum terlibat aktif dalam pendidikan anak karena kesibukan kerja atau anggapan bahwa urusan sekolah adalah tanggung jawab ibu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dapat meningkatkan motivasi belajar, kedisiplinan, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak.
Lulu juga menyoroti langkah Gubernur Banten Andra Soni yang mendampingi langsung putranya mengambil rapor di sekolah. Menurutnya, tindakan itu memberi contoh nyata kepada masyarakat. “Apa yang dilakukan Gubernur Andra menunjukkan kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan peran sebagai ayah. Ini pesan yang sangat kuat bagi para orang tua,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Kamis (19/6/2026), Gubernur Banten Andra Soni mendampingi putranya, Raffiandra Putra, mengambil rapor di HighScope Indonesia Bintaro, Tangerang Selatan. Menurut Andra, GEMAR bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari penguatan karakter anak. “Ini merupakan upaya kita membentuk generasi emas yang didukung keluarga berkualitas,” kata Andra.
Andra menilai kehadiran ayah saat pembagian rapor akan menjadi memori emosional yang membentuk rasa percaya diri anak sekaligus memperkuat hubungan ayah dan anak. Gerakan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Banten Nomor 28 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah yang terbit pada 11 Juni 2026. Melalui surat edaran tersebut, Pemprov Banten mendorong seluruh ASN ikut berpartisipasi serta mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar.
Lulu berharap semangat GEMAR tidak berhenti pada momen pembagian rapor, tetapi tumbuh menjadi budaya baru dalam keluarga Indonesia. “Yang paling penting bukan sekadar siapa yang mengambil rapor, tetapi bagaimana ayah hadir dalam kehidupan dan pendidikan anak setiap hari. Jika kesadaran itu tumbuh, dampaknya akan sangat besar bagi lahirnya generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan