Media Kampung – Lagu “Sungai Utik” yang diciptakan oleh Tino Amee merupakan karya musik yang mengangkat keindahan alam dan kekayaan budaya Kalimantan, khususnya wilayah Kapuas Hulu. Lagu ini dibawakan dalam bahasa Dayak Iban sebagai penghormatan terhadap tradisi dan bahasa masyarakat setempat.
Tiyno Asprilla Victimo, yang dikenal sebagai Tino Amee, adalah penyanyi, penata musik, dan pencipta lagu berdarah Dayak. Dalam karyanya ini, ia menggambarkan suasana alam yang masih asri dengan hutan lebat dan sungai yang terjaga, sekaligus menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya pelestarian lingkungan.
Pesona Alam Kalimantan dalam Lagu Sungai Utik
Lagu Sungai Utik secara lirik menampilkan gambaran kehidupan masyarakat sekitar Sungai Utik yang hidup berdampingan dengan alam. Kapuas Hulu, sebagai latar belakang lagu ini, dikenal memiliki hutan adat yang masih terpelihara dengan baik. Melalui lagu ini, Tino Amee mengajak pendengar untuk menghargai dan menjaga keindahan alam serta budaya yang ada agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Makna Lirik Lagu Sungai Utik
Lirik lagu menggunakan bahasa Dayak Iban yang sarat makna. Berikut beberapa bagian lirik yang menggambarkan hubungan erat masyarakat dengan alam:
- Babasnya apai kami, Tanahnya inai kami, Ai nya darah kami — mengandung makna identitas dan ikatan kuat masyarakat dengan tanah dan air sebagai sumber kehidupan.
- Idup beladang ngiga ikan, Hutan adat kami jaga — menegaskan aktivitas tradisional seperti bertani dan menangkap ikan serta komitmen menjaga hutan adat.
- Bejalai betungkat ke adat, Tinduk bepanggal ke pengingat — menegaskan pentingnya tradisi dan adat dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan Pelestarian Lingkungan dan Budaya
Selain sebagai karya seni, Lagu Sungai Utik menyampaikan pesan penting tentang pelestarian alam dan budaya. Tino Amee melalui musiknya mengajak masyarakat luas untuk menjaga lingkungan, terutama hutan dan sungai, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan identitas masyarakat Dayak Iban.
Lagu ini juga menjadi media untuk memperkenalkan dan melestarikan bahasa Dayak Iban, yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Kalimantan.
Kesimpulan
Lagu Sungai Utik karya Tino Amee bukan hanya sebuah karya musik, melainkan juga sebuah penghormatan kepada alam dan budaya Kalimantan. Melalui bahasa dan lirik yang penuh makna, lagu ini mengajak pendengar untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan serta tradisi yang menjadi akar identitas masyarakat Dayak Iban di Kapuas Hulu.















Tinggalkan Balasan