Media Kampung, Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat keberhasilan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027. Salah satu faktor kunci adalah penggunaan aplikasi Bebunge (Bekasi Nyambung Bae), sebuah aplikasi layanan publik terintegrasi yang dikembangkan secara mandiri oleh Pemkab Bekasi.

Kepala Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menyatakan bahwa aplikasi ini tidak hanya memudahkan pendaftaran, tetapi juga menandai perubahan budaya pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan transparan. Ia menjelaskan bahwa banyak daerah lain masih mengandalkan situs web atau proses semi-manual untuk SPMB.

Melalui Bebunge, seluruh proses pendaftaran mulai dari pembuatan akun, unggah dokumen, verifikasi, pemilihan sekolah, hingga pemantauan hasil seleksi secara real-time dapat dilakukan melalui ponsel pintar. Kepala Bidang TIK Diskominfosantik, Bahrul Ulum, menambahkan bahwa konsep utama Bebunge adalah menjadi satu pintu masuk untuk semua layanan digital Pemkab Bekasi, sehingga masyarakat tidak perlu mengunduh banyak aplikasi.

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 50.702 calon peserta didik. Mereka memperebutkan 32.030 kursi di 56 SMP Negeri. Rincian pendaftar berdasarkan jalur adalah 29.476 jalur domisili, 9.698 jalur afirmasi, 8.725 jalur prestasi akademik, 1.822 jalur prestasi non-akademik, dan 981 jalur mutasi. Sementara kuota kursi terdiri dari 16.016 jalur domisili, 8.014 jalur prestasi, 6.403 jalur afirmasi, dan 1.597 jalur mutasi.

Bahrul menekankan bahwa fitur SPMB di Bebunge memungkinkan orang tua memantau peringkat anak secara real-time, sehingga peluang diterima di sekolah tujuan dapat diketahui setiap saat. Selain itu, fitur pengukuran jarak menggunakan metode self-assessment, di mana orang tua mengukur sendiri jarak dari rumah ke sekolah, untuk menghindari masalah klasik terkait jarak pada jalur domisili.

Pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung kondusif tanpa keluhan berarti, baik di lapangan maupun di media sosial. Keberhasilan ini dinilai sebagai lompatan besar dalam implementasi pelayanan publik digital di bidang pendidikan. Pemkab Bekasi berencana terus mengembangkan Bebunge sebagai ekosistem layanan daerah yang terintegrasi.