Media Kampung – Masyarakat Jawa Barat dihebohkan dengan kabar perubahan skor pada Jalur Prestasi Non-Akademik SPMB SMASMK Program Sekolah Maung 2026. Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat pun angkat bicara memberikan klarifikasi resmi.

Disdik Jabar menegaskan bahwa perubahan skor yang terjadi bukanlah pemotongan nilai, melainkan hasil sinkronisasi dan penyesuaian data riil berdasarkan ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan melalui postingan Instagram resmi Disdik Jabar, Minggu, 7 Juni 2026.

Seluruh ketentuan klasifikasi dan skor diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 27274HK.02.03SEKRE tentang Petunjuk Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul SMASMK Tahun Ajaran 2026/2027 tertanggal 13 Mei 2026.

Disdik Jabar menjelaskan bahwa skor yang tampil di sistem saat ini masih bersifat sementara. Sistem akan terus melakukan verifikasi agar dokumen dan klasifikasi peserta sesuai dengan data riil. Perubahan skor dan peringkat merupakan bagian dari upaya memastikan setiap calon murid memperoleh hak skor yang sah, valid, dan adil sesuai regulasi.

Ada empat alasan mengapa skor Jalur Prestasi Sekolah Maung bisa berubah. Pertama, nilai yang tampil di website masih bersifat sementara. Kedua, sistem melakukan verifikasi ulang secara otomatis. Ketiga, data pendaftaran dicocokkan dengan dokumen sertifikat asli. Keempat, bobot prestasi disesuaikan dengan klasifikasi yang tercantum dalam Keputusan Gubernur.

Disdik Jabar memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat proses sinkronisasi ini. Mereka mengimbau seluruh calon murid dan orang tua tetap tenang serta terus memantau pemutakhiran data secara berkala. Penentuan kelulusan SPMB nantinya menjadi kewenangan sekolah melalui rapat dewan guru sesuai Juklak SPMB Manusia Unggul (Maung).

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.