Media Kampung – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengumumkan penambahan kapasitas penerimaan peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri tahun ini mencapai 231.724 siswa, bertambah 1.705 kursi dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 230.019 siswa.
Ketua SPMB Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, menjelaskan bahwa penambahan tersebut berasal dari pengembangan kapasitas sekolah melalui penambahan rombongan belajar (rombel) dan pembangunan ruang kelas baru di sejumlah satuan pendidikan. “Daya tampungnya tersebar di SMA Negeri dan SMK Negeri Jawa Tengah. Total daya tampung kita itu ada di angka 231.724 siswa. SMA-nya ada 366 sekolah, SMK-nya 238 sekolah,” ujar Sunarto saat ditemui di Kantor Disdik Jateng, Rabu (3/6/2026).
Dari total tersebut, daya tampung SMA Negeri mencapai 122.616 siswa yang tersebar dalam 3.406 rombel. Rincian jalur penerimaan SMA Negeri terdiri dari jalur reguler sebanyak 120.600 siswa dan jalur kemitraan sebanyak 2.016 siswa. Sementara itu, daya tampung SMK Negeri mencapai 109.108 siswa dalam 3.036 rombel, dengan rincian jalur reguler dan semi boarding sebanyak 105.832 siswa, jalur kemitraan 2.988 siswa, serta jalur boarding penuh sebanyak 288 siswa.
Meski mengalami peningkatan, daya tampung sekolah negeri di Jateng masih belum mampu menampung seluruh lulusan SMP sederajat. Sunarto menyebut jumlah lulusan SMP tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 567 ribu siswa. Artinya, daya tampung SMA dan SMK Negeri baru mampu menyerap sekitar 40,83 persen dari total lulusan. “Perkiraan lulusan SMP ini kan di angka 567.500-an lah kira-kira itu lulusan SMP ya. Kemudian daya tampung kita itu ada di angka 231.724. Itu kurang lebih di angka 40,83 persen daya tampung,” terangnya.
Kondisi tersebut membuat persaingan masuk sekolah negeri diperkirakan tetap ketat pada pelaksanaan SPMB tahun ini. Untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah lulusan dan kapasitas sekolah negeri, Pemprov Jawa Tengah tetap melanjutkan berbagai program pendukung, termasuk sekolah kemitraan yang melibatkan lembaga pendidikan swasta.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan